Soal Tawaran Direksi BUMN, Ini Kata Sandiaga Uno

Soal Tawaran Direksi BUMN, Ini Kata Sandiaga Uno
Pasangan capres Prabowo Subianto, Sandiaga Uno dan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir menghadiri acara pertemuan GMI dan Kita Satu, Young Penting Indonesia di kawasan Kemang Village, Jakarta, Sabtu 13 Juli 2019. ( Foto: Beritasatu.com / Azfar Muhammad )
/ WBP Rabu, 20 November 2019 | 16:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Calon Wakil Presiden, Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan bahwa tidak ada tawaran dan pembicaraan dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk menjadi direksi di salah satu perusahaan pelat merah.

Sandiaga Uno menuturkan dirinya memang tidak ingin menduduki jabatan di BUMN. Dia menilai posisi itu merupakan tempat yang harus bersih dari kepentingan politik.

“Sebagai kader Gerindra saya sampaikan ke Pak Erick nanti BUMN akan disorot karena kan punya rakyat. Jangan sampai dia (Erick) pusing karena masalah politik akhirnya mendominasi,” kata Sandiaga Uno di JW Marriott, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Sandiaga: BUMN Sebaiknya Tak Dipegang Politikus

Ia menyebutkan dalam berkontribusi pada pembangunan Indonesia tidak perlu menjadi menteri atau pejabat di perusahaan BUMN. Namun bisa melalui bidang masing-masing yang ditekuni.

“Profesional yang pergi ke kantor, teman-teman media yang independen, pengusaha di sektor ekonomi kreatif, emak-emak yang kembangkan UKM juga bisa,” ujar Sandiaga Uno.

Lamhot Sinaga: Jika Ahok dan Sandiaga Uno Tangani BUMN Harus Didukung

Menurutnya, BUMN harus dikelola oleh talenta-talenta terbaik sehingga diperlukan seleksi ketat dan proses baik dengan memastikan tidak ada benturan kepentingan individu maupun politik.

Sandi pun memastikan bahwa hubungannya dengan Menteri BUMN Erick Thohir tetap berjalan dengan baik meski hanya melalui WhatsApp. Dia mengaku banyak memberi masukan terkait bidang yang sedang dipegang oleh Erick. “Saya masih komunikasi ya tentunya karena sahabat lama dari masa kecil. Saya berikan pemikiran saya tentang tingginya utang di BUMN dan bagaimana kita membangun infrastruktur dalam konsep kemitraan,” kata Sandiaga Uno.



Sumber: ANTARA