Garap Segmen Institusi, Penjualan Hand Sanitizer Enesis Tumbuh 22%

Garap Segmen Institusi, Penjualan Hand Sanitizer Enesis Tumbuh 22%
Produsen hand sanitizer, PT Herlina Indah melakukan edukasi pentingnya menjaga kebersihan tangan melalui film layar lebar. (Foto: Beritasatu Photo / -)
Mashud Toarik / MT Rabu, 20 November 2019 | 18:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Anak usaha Enesis Group yang bergerak pada bisnis produk perawatan pribadi dan kesehatan (nonfood), PT Herlina Indah meraih pertumbuhan penjualan sebesar 22% pada produk hand sanitizer per Oktober 2019.

Pencapaian ini melanjutkan tren pertumbuhan yang diperoleh Perseroan pada produk pembersih tangan anti kuman tanpa air dengan bran Antis tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang tahun 2018 lalu Antis mencatat angka pertumbuhan penjualan sebesar 19%.

Disampaikan Tegar Baskoro selaku Group Product Manager Antis, pertumbuhan penjualan yang signifikan ini tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan tangan.

Namun di luar itu secara bisnis, pertumbuhan tadi menurutnya merupakan buah dari strategi yang dijalankan Perusahaan dalam memacu penjualan dengan masuk pada segmen pasar institusi atau business to business (B2B). Sebelumnya Perseroan hanya menggarap pasar segmen konsumen/ritel.

“Hanya dalam tempo kurang dari enam bulan dijalankan, segmen pasar B2B sudah memberikan kontribusi 7% - 10%,” urai Tegar disela acara Nonton Bareng Antis di film Ratu Ilmu Hitam di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Melihat fakta tadi, Herlina Indah pun makin optimistis menggarap pasar ini, apalagi menurut Tegar belum ada pemain hand sanitizer dengan bran besar yang menggarap segmen ini. “Pemain di segmen ini memang sudah banyak, tapi belum ada yang punya nama, umumnya mereka main di produk medik,” urainya.

Dalam rangka memperkuat pasar di segmen ini Tegar mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan berbagai langkah strategis seperti membangun tim khusus untuk memperluas pasar ini, juga infrastruktur yang diperlukan termasuk kemasan dan lainnya. “Kita tidak bisa gunakan infastruktur segmen konsumen untuk segmen B2B ini,” urainya.

Adapun segmen B2B yang disasar Antis menurut Tegar terdiri dari lima channel yakni gedung perkantoran, arena permainan anak, rumah sakit serta kampus.

Selain perluasan segmen pasar, pertumbuhan penjualan tadi juga didorong oleh tambahan kontrbusi penjualan produk baru Antis Jasmine Tea yang dirilis pada Juli 2019 lalu.

Promosi Lewat Film

Sementara dalam mempertebal penjualan pada segmen pasar konsumen atau ritel, Antis aktif melakukan promosi bran, salah satunya kerja sama melalui film berjudul Ratu Ilmu Hitam yang saat ini sedang tayang di bioskop.

Dalam film garapan sutradara Kimo Stamboel dan diproduksi oleh Rapi Films ini, ditayangkan salah satu scane penggunaan Antis spray oleh Eva, pemeran dalam film tersebut. “Melalui film ini para penonton sebenarnya secara tidak langsung diingatkan untuk selalu menjaga kebersihan. Maka dari itu saya sangat mengapresiasi film Ratu Ilmu Hitam ini” ujar Ryan Tirta Yudhistira, Chief Marketing & Sales Officer Enesis Group.

Untuk memberi apresiasi terhadap film tersebut, Enesis Group mengadakan Nonton Bareng Antis X Ratu Ilmu Hitam di salah satu Bioskop di Jakarta.

“Maksud dari kami mengadakan Nonton Bareng Antis X Ratu Ilmu Hitam adalah bentuk apresiasi kami terhadap film ini, karena selain jalan ceritanya, ada satu fenomena di masyarakat yang menurut saya menarik, yaitu tentang Mysophobia,” urainya.

Mysophobia merupakan ketakutan berlebihan dan tidak masuk akal terhadap kontaminasi bakteri, kotoran, debu, kuman, dan risiko infeksi penyakit.

“Mysphobia juga dikenal dengan fobia kuman atau fobia kotor. Dan di sini, bisa terlihat jelas ada lho orang-orang yang memiliki mysophobia ini dan real ada di masyarakat. Dan di sini juga Antis hadir sebagai solusi atas bahaya kuman, baik untuk mereka yang Mysophobia atau yang tidak.” pungkasnya.



Sumber: Majalah Investor