Politisi PDIP Sebut Erick-Ahok Mirip Gorbachev

Politisi PDIP Sebut Erick-Ahok Mirip Gorbachev
Menteri BUMN Erick Thohir. ( Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari )
Hotman Siregar / FMB Kamis, 21 November 2019 | 10:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepemimpinan Erick Thohir di Kementerian BUMN seolah menjadi angin segar dan harapan baru di tengah kultur BUMN yang cukup kolot.

Langkah berani Menteri Erick saat mengajak Ahok untuk bergabung di kementerian yang dipimpinnya menjadi poin plus tersendiri dan banyak diapresiasi sejumlah kalangan termasuk kalangan parlemen.

Lamhot Sinaga: Jika Ahok dan Sandiaga Uno Tangani BUMN Harus Didukung

Anggota komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP Darmadi Durianto misalnya menilai, kehadiran dua orang tersebut (Erick-Ahok) di BUMN mengingatkannya pada era di mana Uni Soviet (Rusia kini) dipimpin oleh Mikhail Gorbachev tokoh pembaharu Soviet kala itu.

"Tidak berlebihan kiranya jika saya menilai atau menyandingkan kedua orang itu (Erick dan Ahok) dengan tokoh besar Soviet yaitu Mikhail Gorbachev seorang tokoh pembaharu yang cukup banyak membawa perubahan mendasar saat itu. Bedanya mungkin saat ini Erick-Ahok belum teruji dalam tataran praktiknya," kata politikus PDIP itu di Jakarta Kamid (21/11/2019).

Menurutnya, langkah Menteri BUMN Erick Thohir baru-baru ini yang merestrukturisasi sejumlah pos jabatan strategis di BUMN merupakan terobosan yang patut diapresiasi.

Ditolak Serikat Pekerja Pertamina, BTP Tanggapi Santai

"Jadi kalau lihat Erick-Ahok seperti melihat Gorbachev meluncurkan gagasan Glasnost dan Perestroika untuk mengubah kondisi Soviet di saat krisis. Erick-Ahok seperti sedang menuju ke arah sana, arah di mana perubahan akan dijadikan landasan dasar mereka dalam membawa BUMN ke arah yang lebih baik," kata dia.

Darmadi kembali meyakini, kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir dengan Ahok sebagai partnernya akan berdampak signifikan terhadap kondisi perekonomian ke depan.

"BUMN yang sehat akan jadi salah satu penopang kuat perekonomian kita di masa depan. Saya yakin sekali lagi, Erick-Ahok akan segera luncurkan Glasnost dan Perestroika seperti yang dilakukan Gorbachev," tandasnya.

Ditolak SP Pertamina, Ahok: Tuhan Saja Ada yang Nentang

Glasnost (berarti “keterbukaan” dalam bahasa Rusia), adalah kebijakan peningkatan keterbukaan dalam pemerintah di Uni Soviet. Gorbachev menerapkan kebijakan ini untuk mengurangi korupsi di pemerintahan dan di Partai Komunis, serta mengurangi penyalahgunaan kekuasaan oleh Komite Sentral Uni Sovyet.

Perestroika (berarti "restrukturisasi") dalam bahasa Rusia, merupakan serangkaian perubahan kebijakan ekonomi Uni Soviet yang dimulai tahun 1986. 



Sumber: Suara Pembaruan