Investasi Kereta Api Butuh Peran Swasta

Investasi Kereta Api Butuh Peran Swasta
Ketua Umum Maska Hermanto Dwiyatmoko memberikan sambutan pada acara Lokakarya Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha dalam Pembangunan Transportasi Perkotaan Berbasis Rel, di Jakarta, Jumat (22/11/2019) ( Foto: istimewa / Istimewa )
Thresa Sandra Desfika / MPA Jumat, 22 November 2019 | 13:49 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (Maska) menyatakan peran swasta perlu didorong untuk berinvestasi di sektor perkeretaapian perkotaan. Pasalnya, kebutuhan dana pembangunan perkeretaapian perkotaan tidak bisa ditutupi sepenuhnya dengan APBN maupun APBD.

Ketua Umum Maska Hermanto Dwiyatmoko menjelaskan, kebutuhan dana pembangunan prasarana dan sarana perkeretaapian hingga 2030 mencapai US$ 65 miliar. Dari nilai tersebut, APBN hanya mampu berkontribusi 36% dan sisanya 64% diharapkan diperoleh dari swasta.

"Target pembangunan jangka panjang perkeretaapian sangat besar tapi APBN hanya bisa 36% saja. Maka dari itu, butuh dana dari badan usaha swasta," ujar Hermanto dalam sambutannya pada acara Lokakarya Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha dalam Pembangunan Transportasi Perkotaan Berbasis Rel yang digelar Maska dan Fakultas Teknis Universitas Pancasila (FTUP) di Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Hermanto mengatakan, kereta api penting dibangun karena salah satu moda transportasi yang memiliki karakteristik dan keunggulan khusus, terutama dalam kemampuannya untuk mengangkut baik penumpang maupun barang secara massal dan hemat energi.

Selain itu, kata Hermanto, kereta api mempunyai faktor keamanan dan keselamatan yang tinggi, tingkat pencemaran yang rendah, serta lebih efisien dibandingkan dengan moda transportasi jalan raya.

Sementara itu, Dekan FTUP Budhi M Suyitno mengatakan, lokakarya tentang Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha dalam Pembangunan Transportasi Perkotaan Berbasis Rel bagian dari rangkaian peresmian program studi S-1 Teknik Perkeretaapian Universitas Pancasila.

"Fakultas Teknik Universitas Pancasila mempunyai program studi baru yang nantinya akan menjawab tantangan perkembangan transportasi modem perkotaan berbasis rel dengan menyinergikan akademisi dan praktisi di bidang perkeretaapian dan diharapkan bisa berkontribusi menyediakan SDM perkeretaapian yang andal," ungkap Budhi.



Sumber: Investor Daily