Aviarna: Kawasan Aviasi Terbaru Milik Argo Manunggal Group

Aviarna: Kawasan Aviasi Terbaru Milik Argo Manunggal Group
Argo Manunggal Group luncurkan proyek terbaru Aviarna sebagai kawasan industri modern yang fokus pada penerbangan. ( Foto: Argo Manunggal Group / IST )
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 22 November 2019 | 21:51 WIB

JAKARTA, Beritasatu.com - Argo Manunggal Group kini meluncurkan proyek Aviarna, kawasan industri modern berlokasi sebelah Bandar Udara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.

Aviarna menawarkan kawasan perbaikan pesawat (Maintenance Repair Overhaul atau MRO), dry port, turisme dan komersial maupun kawasan mangrove sebagai tempat wisata. Dengan luas sekitar 450 hektar, kawasan ini dikembangkan dan dikelola oleh tim yang sudah berhasil dalam pengelolaan MM2100 dan Bekasi Fajar.

Proyek Aviarna ini dilatarbelakangi oleh minimnya perbaikan pesawat dalam negeri yang tercatat hanya sebesar 30-40%. Terlepas dari peningkatan pesat jumlah penumpang dan pesawat yang beroperasi, sebagian besar perbaikan masih dilakukan di luar negeri, sehingga berpengaruh pada pengeluaran devisa negara.

Berposisi di sebelah Bandara Internasional Ahmad Yani, Aviarna dapat menjadi kawasan ideal untuk perbaikan pesawat. Dalam setahunnya, terdapat sekitar 22 ribu penerbangan di bandara ini. Ada pun lokasi strategis Semarang di pertengahan Indonesia ini mendongkrak angka penerbangan karena memiliki jarak tempuh relatif dekat ke segala penjurunya.

Pesona Semarang sebagai lokasi yang dipilih tak berhenti di situ. Keberhasilan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam menjadikan kota Semarang sebagai kota metropolitan ke-5 Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi 5,62% di awal tahun 2019 menarik perhatian Argo Manunggal Group. Dua pelabuhan internasional baik laut maupun udara juga memperlihatkan kota Semarang tidak kalah maju dengan yang lain. Upah minimum regional yang kompetitif dapat menarik perhatian para investor.

Ada pun keunggulan Aviarna sangat beragam. Selain lokasi strategis dan akses pada airside, kawasan dry port mendukung pengiriman barang melalui jalur kereta api di pulau Jawa. Tak hanya itu, toll dan cruise ships dock di Aviarna akan memudahkan para wisatawan untuk bepergian ke daerah wisata Jateng lainnya.

Managing Director PT Bumi Raya Perkasa Nusantara Hendra Lesmana berharap pembangunan aviation park seluas 99 hektar untuk MRO ini dapat menjadikan Aviarna sebagai pusat kegiatan bisnis penerbangan di Semarang-Jateng. Dengan potensi investor asing maupun lokal sebesar $ 1.7 milyar untuk MRO, Hendra percaya Aviarna dapat mendukung program pemerintah dengan penyediaan kawasan industri 4.0. Terdapat pula peningkatan potensi pajak serta potensi penggerakan bisnis di kawasan sekitar termasuk penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar Jateng.

Dalam mengembangkan kawasan industri yang terpadu, fasilitas berkelas berstandar internasional lainnya seperti WTP (Water Treatment Plant), WWTP (Wastewater Treatment Plant), ROW (Right of Way) jalan yang memadai, bonded zone, pemasokan listrik oleh PLN maupun pasokan air juga ditawarkan.

“Kami mengundang para investor dan pengusaha bisnis aviasi agar dapat bergabung di Aviarna Industrial Estate yang mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2021. Semoga dalam Expo ini kita dapat bersinergi dengan baik dalam rangka mendukung kegiatan aviasi serta perekonomian di Indonesia dan Semarang pada khususnya,” pungkas Hendra.



Sumber: BeritaSatu.com