Misumi Dukung Optimalisasi Industri 4.0 di Indonesia

Misumi Dukung Optimalisasi Industri 4.0 di Indonesia
PT Misumi Indonesia sebagai produsen sekaligus distributor komponen standar untuk engineering, menargetkan rencana pengembangan untuk memperbanyak stock item secara signifikan. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Sabtu, 23 November 2019 | 08:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sektor Industri manufaktur merupakan ujung tombak industri di era Industri 4.0. Bagi Indonesia, fenomena Fourth Industrial Revolution (4IR) atau Revolusi Industri 4.0, memberikan peluang untuk merevitalisasi sektor manufaktur, dan menjadi salah satu cara untuk mempercepat pencapaian visi Indonesia untuk menjadi 10 ekonomi terbesar di dunia.

Pemerintah Terus Dorong Peningkatan Investasi di Tanah Air

Presiden Direktur PT Misumi Indonesia, Koji Yamada, mengatakan, untuk merevitalisasi industri manufaktur, Indonesia berkomitmen untuk mempercepat implementasi 4IR. Terlebih, Indonesia menjadi basis industri manufaktur terbesar di kawasan Asean dengan kontribusi mencapai 20,27 persen pada perekonomian skala nasional.

"Perkembangan industri manufaktur di Indonesia saat ini mampu menggeser peran commodity based menjadi manufacture based. Selain itu, industri manufaktur dinilai lebih produktif dan dapat memberikan efek berantai secara luas sehingga mampu meningkatkan nilai tambah bahan baku, memperbanyak tenaga kerja, menghasilkan sumber devisa, serta penyumbang pajak dan bea cukai terbesar,” kata Koji Yamada dalam keterangan persnya kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Sabtu (23/11/2019).

PT Misumi Indonesia

Pemerintah Incar Investasi Manufaktur dari Jepang dan Korsel

Sebagai bentuk komitmen dukungan terhadap sektor industri manufaktur tanah air serta suplai standar komponen industrial, lanjut Koji Yamada, Misumi sebagai produsen sekaligus distributor komponen standar untuk engineering, juga terus berinovasi.

"Salah satunya, melalui platform B2B (Business to Business) Commerce, Misumi-Vona (Variation & One-stop by New Alliance) yang berupaya menciptakan hubungan global antara kebutuhan pelanggan akan layanan pengadaan yang efisien dan terpadu untuk berbagai produk dan merek,” jelas Koji Yamada.

Selama ini, lanjut Koji Yamada, Misumi dikenal sebagai produsen sekaligus distributor komponen standar terkemuka dan kebutuhan industri manufaktur, di antaranya komponen otomasi pabrik, produk wiring, electrical and control, peralatan cutting and processing, perlengkapan keselamatan dan umum, penanganan material dan penyimpanan, serta perlengkapan sanitasi dan labolatorium.

"Misumi juga memiliki rencana pengembangan untuk memperbanyak stock item secara signifikan, dengan target pada akhir tahun 2019 sebesar 50.000 stock item. Sementara, hingga akhir tahun 2020 ditargetkan variasi produk Vona akan terus bertambah hingga mencapai 100.000 stock item. Tak hanya menghadirkan berbagai produk dan merek komponen industri dan engineering yang lengkap, sebagai B2B Commerce, Misumi-Vona juga menawarkan harga yang kompetitif," tandas Koji Yamada.

5 Program Prioritas Nasional Bidang Perekonomian

Koji Yamada menambahkan, sebagai upaya memperkenalkan sekaligus mensosialisasikan platform Misumi-Vona, pihaknya turut mengambil bagian dalam pameran manufaktur internasional terbesar di Indonesia, Manufacturing Indonesia 2019: The 30th International Manufacturing, Machinery, Equipment, Materials and Service Exhibition, yang akan diadakan di Hall D1-8602 JIExpo Kemayoran, pada tanggal 4-7 Desember 2019 mendatang.

"Misumi akan memperkenalkan peralatan mesin, otomotif serta pabrikan listrik, antara lain komponen otomasi, listrik dan kontrol, penanganan dan penyimpanan bahan, keselamatan dan pasokan umum. Misumi juga mempromosikan layanan one-stop solution Vona sebagai solusi pemesanan tanpa distribusi berlapis, panduan web ordering system (WOS), e-catalog online, serta demo manfaat penggunaan CAD 3D Misumi pada designer/engineer pembuat mesin,” pungkas Koji Yamada.



Sumber: BeritaSatu.com