BPS Catat Inflasi November 0,14%

BPS Catat Inflasi November 0,14%
Pedagang menata bahan makanan di Pasar Karet Belakang, Jakarta, Kamis 1 Desember 2018. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan terjadi inflasi pada Oktober 2018 sebesar 3,16 persen (year on year) dan 0,28 persen (month on month) dengan inflasi tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan yakni 4,38 persen (year on year). ( Foto: Antara / Dhemas Reviyanto )
Faisal Maliki Baskoro / Herman / FMB Senin, 2 Desember 2019 | 11:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,14 persen pada November 2019 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 138,60.

“Inflasi di tahun ini masih terkendali. Untuk Desember, biasanya akan lebih tinggi karena adanya permintaan yang meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru. Tetapi saya yakin target inflasi tahun ini (3,5 persen) akan tercapai,” kata Kepala BPS Suhariyanto, di gedung BPS, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Dari 82 kota IHK, 57 kota mengalami inflasi dan 25 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 3,30 persen dengan IHK sebesar 140,99 dan terendah terjadi di Malang sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 136,92. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,06 persen dengan IHK sebesar 146,21 dan terendah terjadi di Batam dan Denpasar masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 137,96 dan 133,54.

Kemkeu Proyeksi Ekonomi 2019 Tumbuh 5,05%

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,37 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,25 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,12 persen; kelompok sandang sebesar 0,03 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,23 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,02 persen.

"Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada November 2019 antara lain bawang merah, tomat sayur, daging ayam ras, telur ayam ras, bayam, jeruk, tomat buah, rokok kretek, rokok kretek filter, tarif kontrak rumah, dan tarif sewa rumah. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain cabai merah, ikan segar, cabai rawit, cabai hijau, dan tarif angkutan udara." papar Suhariyanto.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,07 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–November) 2019 sebesar 2,37 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2019 terhadap November 2018) sebesar 3,00 persen.

2020, Indef Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Hanya 4,8%

Komponen inti pada November 2019 mengalami inflasi sebesar 0,11 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–November) 2019 sebesar 2,91 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (November 2019 terhadap November 2018) sebesar 3,08 persen.



Sumber: BeritaSatu.com