AP2LI Apresiasi Permendag 70 Tahun 2019 Bercirikan Syariah

AP2LI Apresiasi Permendag 70 Tahun 2019 Bercirikan Syariah
Ilustrasi Kementerian Perdagangan ( Foto: http://citizendaily.net )
/ YS Rabu, 4 Desember 2019 | 06:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (AP2LI) Ilyas Indra menilai, Peraturan Menteri Perdangan Nomor 70 Tahun 2019 tentang Distribusi Barang Secara Langsung yang baru saja diterbitkan dan sudah berlaku, bercirikan prinsip-prinsip syariah.

“Ini menjadi ketenangan bagi masyarakat, khususnya umat Islam yang ingin menjalankan bisnis direct selling atau multi level marketing,” ujar Ilyas dalam keterangan tertulisnya yang diterima Beritasatu di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Ilyas yang juga alumni Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengatakan, sesuai Permendag 70 Tahun 2019, seluruh perusahaan yang sudah memiliki Surat Ijin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL), secara tidak langsung pada prinsipnya sudah memenuhi ketentuan syariah.

Dalam Permendag 70 Tahun 2019 di Pasal 21 Poin B misalnya, perusahaan yang telah memiliki SIUPL dilarang menawarkan barang secara paksa, atau pada poin J bahwa perusahaan yang sudah memiliki SIUPL dilarang melakukan usaha terkait perhimpunan dana masyarakat dan poin K bahwa perusahaan yang sudah memiliki SIUPL dilarang membentuk jaringan dengan skema piramida.

Hal ini sejalan dengan Fatwa MUI no. 75/DSN MUI/VII/2009 bahwa perusahaan yang ingin memiliki sertifikat syariah dari Dewan Syariah Nasional syarat-syarat di antaranya ada objak transaksi, transaksi tidak mengandung gharar, maysir, riba, dharar, dzulm, dan maksiat, tidak ada biaya berlebihan, dan juga tidak melakukan kegiatan money game.

Semuanya itu yang disyaratkan DSN dalam mengurus perusahaan MLM berbasis syariah ini, hampir sejalan dengan Permendag 70 Tahun 2019.

"Kami bersyukur pemerintah memahami hal-hal yang sangat dibutuhkan masyarakat dan tidak dirugikan dalam menggeluti bisnis MLM dengan Permendag yang bercirikan syariah," ujar ilyas.



Sumber: PR/Suara Pembaruan