Garap Mazhoji Apartment, PP Properti Bidik Kalangan Investor

Garap Mazhoji Apartment, PP Properti Bidik Kalangan Investor
Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Elisabeth Novie R, Kepala Divisi Bank BTN Anton Rijanto dan Sindhu R. Ardita, Direktur Keuangan PT PP Properti Tbk. Indaryanto, Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti Indra Syahruzza berfoto bersama saat acara Corporate Customer Gathering, di Jakarta, Kamis (21/11/2019) Malam. ( Foto: Beritasatu Photo/Istimewa )
Imam Muzakir / FER Rabu, 4 Desember 2019 | 19:31 WIB

Depok, Beritasatu.com - Investasi properti yang paling menjanjikan memberikan keuntungan di kawasan Depok adalah apartemen. Pasalnya, apartemen yang dimiliki oleh investor berpeluang untuk disewakan kepada mahasiswa yang setiap tahunnya jumlahnya mencapai ratusan ribu orang. Terlebih jika apartemen yang ditawarkan, mengusung konsep yang berbeda dengan apartemen yang sudah ada.

Konsep inilah yang ditawarkan oleh PT PP Properti Tbk dalam mengembangkan proyek Mazhoji Apartment, di kawasan Jalan Margonda Raya, Depok. Hunian vertikal dibangun di lahan yang sangat dekat dengan akses tol Cijago dan Desari ini, menawarkan konsep Jepang, lengkap dengan segala fasilitasnya.

Vice President Marketing PT PP Properti Tbk, Nurjaman menjelaskan, Mazhoji Apartment yang dibangun dengan nilai investasi Rp 700 miliar, merupakan peluang investasi dengan rental yield yang tinggi. Meskipun mengusung konsep Jepang, unit apartemen ini dipasarkan dengan harga dan cara bayar yang terjangkau.

"Depok merupakan kawasan pendidikan terbesar di Jabodetabek. Jumlah mahasiswa yang ada saat ini mencapai 175.000 orang dan setiap tahun selalu bertambah. Apalagi, saat ini Falkutas Kedokteran Universitas Indonesia sudah pindah ke Depok dan dilengkapi dengan Rumah Sakit UI. Jadi kami yakin potensi investasi di Depok sangat bagus dengan menyewakan unit apartemen,” ujar Nurjaman dalam keterangan resminya, Rabu (4/12/2019).

Nurjaman menjelaskan, tarif sewa apartemen di Depok tergolong tinggi karena besarnya kebutuhan dan permintaan, sementara ketersediaan lahan di Margonda sudah sangat langka. Terlebih lagi, meskipun ada moratorium di Depok, Mazhoji telah mengantongi IMB, sehingga status tanah sangat aman yaitu berstatus HGB Murni.

"Dengan kondisi legalitas yang sudah aman itu, maka kami memastikan pemilik unit-unit apartemen Mazhoji nantinya, dapat memiliki strata title atau hak milik. Ini karena langkanya lahan di area Margonda dan menyebabkan pengembang lain sudah sangat kesulitan untuk mendapatkan lahan dengan status legalitas HGB murni,” tegas Nurjaman.

Project Director Mazhoji Apartment, Septavianto Eko Hubunasyanto, mengatakan, Mazhoji dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap. Sebagai bentuk kepedulian terhadap penghuni khususnya mahasiwa, Mazhoji dilengkapi digital living berbasis tekhnologi. Setiap unit dilengkapi triple play system, dan penghuni dapat mengakses e-library atau perpustakan online. Untuk fasilitas ini, PP Properti berkolaborasi dengan Kompas Gramedia dengan memberikan fasilitas download ribuan judul buku.

"Di Mazhoji, kami tidak hanya melengkapi dengan digital living, tapi juga tersedia fasilitas lainnya seperti swimming pool, sky garden, lobby, dan tempat belajar bersama. Bahkan untuk memberikan kenyamanan belajar, kami akan lengkapi dengan fasilitas Free Wi-Fi. Hal ini merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi bagi mahasiswa," jelas Septavianto.

Lebih lanjut, Septavianto mengatakan, unit-unit di Mazhoji ditawarkan mulai dari Rp 400 jutaan untuk tipe Studio. Dengan cicilan hanya Rp 3 jutaan perbulan, sedangkan potensi profit yang akan diperoleh bisa diatas 200 persen. Dengan captive market yang jelas, saat ini kisaran harga sewa unit apartemen tipe studio di sekitar Margonda sudah mencapai Rp 3,5 juta hingga Rp 5,5 juta dan Rp 8 juta untuk tipe dua kamar.

"Kami memberikan kesempatan kepada calon investor untuk mengunjungi launching dan ground breaking ceremony pada Sabtu 7 Desember 2019, di Ballroom Margo Hotel, Depok. Ini kesempatan untuk mendapatkan unit terbaik dan grandprize dan hadiah lainnya," pungkas Septa.



Sumber: Investor Daily