Platform Kirimin Bidik Pasar Ekspor

Platform Kirimin Bidik Pasar Ekspor
Kirimin, platform layanan jasa logistik berbasis digital membidik pasar ekspor. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Lona Olavia / FER Rabu, 4 Desember 2019 | 23:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kirimin, platform layanan jasa logistik berbasis digital membidik pasar ekspor, sebagai bagian dari rencana pengembangan layanan.

Transformasi BGR Logistics Diganjar Penghargaan

"Tahap satu kita sudah dibilang selesai dan sedang kita pasarkan. Sekarang kita sudah memasuki tahap kedua yaitu ekspor dan kita sudah mencobanya. Semoga tidak lama lagi akan kita masukan ke sistem dan bisa kita on-kan status agar bisa di gunakan secara umum," jelas founder sekaligus CEO PT Kirana Exim Internasional, Marco Halim, melalui siaran persnya di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Platform ini ditargetkan mencapai 1.000 anggota hingga akhir tahun 2019 ini. Tahun 2020, kata Marco, pihaknya optimistis mampu mencapai target hingga 8.000 anggota dengan volume pengiriman barang hingga 50 ton.

Lebih lanjut, dikatakan Marco, platform yang fokus pada layanan jasa logistik sejak awal 2018 ini memiliki keunggulan seperti mengirimkan barang mulai dari 100 gram dan yang akan dihitung biayanya per 100 gram tersebut.

Lampaui Target 2019, Pelindo III Apresiasi Mitra Bisnis

Adapun cara kerjanya, dengan mendaftar menjadi konsumen maka akan langsung memperoleh alamat gudang dibeberapa negera seperti Singapura, Malaysia, Tiongkok, Hongkong, Korea Selatan, Australia, Amerika Serikat, dan Thailand.

"Kemudian anggota juga bisa langsung melakukan pengiriman barang ke gudang kami. Sisanya biarkan kami yang memproses," tambah Marco.

Sementara itu, lanjut Marco, untuk pengembangan usaha platform Kirimin juga akan hadir di ajang pameran perdagangan elektronik yang bertajuk 'Global Soucres Electronics' Indonesia pada 5-7 Desember 2019 di JCC Senayan.

"Selama pameran berlangsung, kami tidak menargetkan nilai transaksi namun lebih mengenalkan antara penjual dan pembeli agar tercipta business matching," pungkas Marco.

 



Sumber: Suara Pembaruan