Luhut: Energi Hijau Bantu Perbaiki Neraca Transaksi Berjalan

Luhut: Energi Hijau Bantu Perbaiki Neraca Transaksi Berjalan
Luhut Binsar Pandjaitan. ( Foto: Antara Foto / Wahyu Putro A )
/ YUD Kamis, 5 Desember 2019 | 06:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa sumber energi hijau yang ramah lingkungan yang melimpah di Indonesia dapat membantu memperbaiki neraca transaksi berjalan yang saat ini mengalami defisit.

"Selama bertahun-tahun kami baru menyadari potensi energi ramah lingkungan ini. Jika ini bisa kami kelola, tentunya bisa dapat menekan neraca transaksi Indonesia. Perang dagang yang terjadi membuat kami sadar akan potensi ini," kata Luhut melalui keterangan tertulis, Kamis (5/12/2019).

Luhut menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembicara pada Forum Bloomberg New Energy Finance yang berlangsung di Shanghai, China, Rabu (4/12).

Luhut menyebut secara total Indonesia memiliki total potensi energi hijau hingga 443.208 MW, yang terdiri atas berbagai jenis mulai dari tenaga air, angin, biomassa dan lainnya. Potensi energi dari air, misalnya di Papua saja mencapai 22 ribu MW dan di Kalimantan mencapai 11 ribu MW.

Menurut dia, dengan mengolah energi yang ramah lingkungan dan lebih murah ini, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada impor BBM, yang merupakan salah satu faktor utama defisit pada neraca perdagangan.

"Kami berharap masyarakat semakin memanfaatkan potensi-potensi tersebut. Pengembangan energi terbarukan ini bisa didorong oleh semakin murahnya teknologi baterai litium," katanya.

Luhut mengungkapkan sudah melakukan dua kali pertemuan dengan Governor Directors and Corporate Auditors Japan Bank of International Cooperation (JBIC) Tadashi Maeda untuk membicarakan kemungkinan kerja sama pembiayaan di bidang energi ramah lingkungan.

Dalam rangka mengembangkan potensi-potensi energi ramah lingkungan ini, di sela-sela Forum Bloomberg New Energy Finance tersebut, Luhut juga menerima Yashushi Fukuzumi, Vice President Mitsubishi Heavy Industries. Pertemuan tersebut membicarakan potensi pengembangan energi matahari di Indonesia.



Sumber: ANTARA