Pasar Properti Berpotensi Kembali Bangkit di 2020

Pasar Properti Berpotensi Kembali Bangkit di 2020
Acara Golden Property Awards (GPA) 2019 bertajuk "Breakthrough To Excellence" yang digelar Indonesia Property Watch (IPW) di Hotel Raflles Jakarta, Kamis (5/12/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Feriawan Hidayat )
Imam Muzakir / FER Kamis, 5 Desember 2019 | 23:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia Property Watch (IPW) menilai fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat dengan inflasi masih terjaga. Karena itu pasar properti ke depan diperkirakan bakal bangkit, setelah lebih dari lima tahun mengalami pelemahan.

65% Unit Apartemen Meikarta Terjual

Demikian dikemukakan CEO Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda dalam acara Golden Property Awards (GPA) 2019 bertajuk Breakthrough To Excellence yang digelar IPW di Hotel Raflles Jakarta, Kamis (5/12/2019) malam.

GPA merupakan penghargaan properti yang melakukan penilaian dengan kriteria terukur berbasis riset dan survei. Penilaian dilakukan Indonesia Property Watch berdasarkan kriteria IPW Standard Project Rating 1.2 sebagai lembaga konsultan dan riset properti. Para tokoh dan ahli multi disiplin yang tergabung dalam Experts Panel berpendapat untuk memperkuat hasil penilaian yang dilakukan IPW.

Ali Tranghanda menjelaskan, pergerakan pasar properti dan perumahan mengalami tekanan hampir selama enam tahun terakhir, sejak kenaikan pasar properti yang luar biasa pada periode 2009-2012. Tahun 2018 para pelaku pasar harus dihadapkan pada kondisi psikologis yang mengganggu di tengah konstelasi politik yang membuat pasar cenderung untuk wait and see. Hal ini membuat pergerakan naik siklus pasar properti relatif menjadi tersendat.

Pasar Properti Indonesia Masih Kuat

Memasuki tahun 2019, isu politik relatif mereda. Pergerakan pasar properti mulai terjadi di segmen yang merupakan real demand. Analisis Indonesia Property Watch menggambarkan penurunan tinggi penjualan justru terjadi di segmen atas di atas Rp1 miliar. Sedangkan segmen di bawah itu terus mengalami peningkatan.

Kondisi-kondisi ini memaksa para pengembang untuk dapat memainkan strategi yang lebih mumpuni dengan pendekatan pasar yang baik untuk menghindari market mismatch. Menembus batas-batas pasar dengan inovasi dan kreativitas untuk dapat bertahan dan tidak terhempas dari persaingan pasar.

"Sementara itu di sisi lain, perkembangan zaman menuntut para pengembang untuk lebih melek teknologi dengan perkembangan era digital yang luar biasa pesat di tengah era revolusi 4.0 saat ini,” ujar Ali Tranghanda.

Lebih lanjut, Ali Tranghanda, mengatakan, fundamental ekonomi dengan perkiraan pertumbuhan di kisaran 4,9 persen hingga 5,1 persen tahun 2019, inflasi 3,28 persen di pertengahan 2019 yang terus terjaga, serta diturunkannya suku bunga BI-7DRRR ke level 5,0 persen pada Oktober lalu membuat pasar properti berpotensi untuk kembali bangkit.

"Belum lagi investment grade yang diberikan S&P, Moodys, dan Fitch membuat pasar Indonesia sangat prospektif. Dengan kata lain, pembangunan infrastruktur masih akan terus berlangsung,” kata Ali Tranghanda.

Golden Property Awards (GPA) 2019

Ketangguhan para pelaku pasar melewati semua tantangan ini diuji dalam sebuah proses penilaian yang independen, obyektif, dan terukur dalam Golden Property Awards 2019.

"Ini merupakan kali ketiga diadakannya Golden Property Awards yang merupakan bentuk penghargaan tertinggi bagi para pelaku bisnis properti," kata Ali Tranghanda.

Lebih lanjut, Ali Tranghanda, mengatakan, effort yang cukup besar hanya untuk menentukan proyek pemenang dengan obyektif tanpa transaksional pemenang. Semoga hasil yang diperoleh menjadi kebanggaan bagi masing-masing proyek pemenang.

"Idealisme asesmen yang kami lakukan bukan yang sempurna, tapi yang terbaik yang dapat kami lakukan saat ini. Dan tetap menjaga obyektivitas maupun independensi kami sebagai lembaga riset dan konsultan terpercaya,” tandasnya.

Dari hasil penilaian, Golden Property Awards 2019 menetapkan 65 penerima penghargaan yang dibagi dalam 6 Kategori yakni Tokoh, Proyek, Digital Marketing, Perusahaan, Perbankan, dan Penghargaan Khusus. Dan hanya 7 proyek yang berhasil menyabet posisi Best of The Best.

"Penghargaan tidak hanya piala, namun merupakan bentuk apresiasi dari hasil kerja keras dan dedikasi yang dihargai melalui proses asesmen yang terpercaya. Selamat kepada para pemenang. Golden Property Awards akan kembali 2 tahun lagi untuk selalu memberikan referensi yang obyektif dan independen bagi pengembang juga konsumen," pungkas Ali Tranghanda.



Sumber: BeritaSatu.com