Pabrik Polyethylene Chandra Asri Hemat Devisa Negara Rp 8 T

Pabrik Polyethylene Chandra Asri Hemat Devisa Negara Rp 8 T
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik baru polyethylene (PE) PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) senilai US$ 380 juta di Cilegon Banten Jumat (6/12/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 6 Desember 2019 | 15:21 WIB

Cilegon, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik baru polyethylene (PE) PT Chandra Asri Petrochemical Tbk senilai US$ 380 juta berkapasitas 400.000 ton per tahun sehingga menjadikan total kapasitas 736.000 ton per tahun.

Presiden Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Erwin Ciputra mengatakan pesatnya pertumbuhan Indonesia menyebabkan kebutuhan bahan baku seperti PE meningkat. Namun sampai saat ini industri petrokimia di Indonesia masih mengimpor sekitar 40-50 persen.

"Inilah alasan kami untuk fokus pada peningkatan kapasitas demi memenuhi permintaan domestik. Peningkatan kapasitas pabrik polyethylene Chandra Asri diharapkan dapat menjadi substitusi impor dan menghemat devisa negara sebesar Rp 8 triliun. Pabrik baru ini juga telah mendapatkan kebijakan tax holiday dari pemerintah," kata Erwin Ciputra.

Selain menambah kapasitas produksi PE, Chandra Asri juga fokus mengembangkan kompleks petrokimia kedua dengan investasi sekitar Rp 60-80 triliun. Pembangunan ini diharapkan selesai pada 2024. "Kompleks kedua ini akan membawa total kapasitas menjadi 8 juta ton per tahun," kata Erwin Ciputra.

Selama pembangunan berlangsung, Chandra Asri akan menyerap tenaga kerja sebanyak 25.000 orang, di antaranya tenaga kerja ahli seperti engineer. "Kami berkomitmen untuk menjadi terus mitra pertumbuhan Indonesia,” tambah Erwin Ciputra

Selain investasi pada kompleks kedua ini, sejak tahun 2005 sampai 2019, Chandra Asri telah merealisasikan investasi sebesar Rp 28 triliun dengan berbagai kegiatan ekspansi kapasitas, debottlenecking dan pembangunan pabrik baru.

PT Chandra Asri Petrochemcial Tbk, anak perusahaan PT Barito Pacific Tbk sebagai pemegang saham mayoritas, merupakan perusahaan petrokimia Indonesia terbesar yang terintegrasi. CAP menggabungkan teknologi terkini dan fasilitas penunjang di Cilegon dan Serang, Provisi Banten.

Sementara peresmian pabrik disaksikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur Banten Wahidin Halim, serta pengusaha nasional yang juga pengendali PT Chandra Asri Tbk, Prajogo Pamgestu. Tampak juga Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko.

CAP merupakan satu-satunya produsen yang mengoperasikan naphtha cracker, dan juga produsen domestik tunggal ethylene, styrene monomer dan butadiene. Selain itu, CAP merupakan produsen polypropylene terbesar di Indonesia. CAP menghasilkan bahan baku plastik dan kimia yang digunakan untuk produk kemasan, pipa, otomotif, dan elektronik.



Sumber: BeritaSatu.com