Investor Asing Nilai Pemerintahan Jokowi Sangat Kuat

Investor Asing Nilai Pemerintahan Jokowi Sangat Kuat
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin berfoto bersama jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju yang baru dilantik dengan didampingi istri dan suami mereka di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019. (Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)
Novy Lumanauw / JAS Jumat, 6 Desember 2019 | 21:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kalangan pelaku usaha asing menilai posisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin sangat kuat dan berpeluang besar untuk menjaring investasi dalam jumlah besar di berbagai sektor.

Selain memiliki komitmen kuat dalam penegakan hukum, pemerintahan Jokowi-KH Ma’ruf juga memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi investor asing maupun domestik untuk menanamkan modalnya di negeri ini.

Penilaian positif itu juga didukung oleh populasi penduduk Indonesia yang mencapai 268 juta jiwa dan stabilitas ekonomi maupun politik.

“Indonesia memiliki database, yaitu populasi penduduk dalam jumlah besar. Setelah 30 tahun bermukim di Indonesia, menurut saya, saat ini Indonesia memiliki pemerintahan yang sangat kuat. Ini sangat penting. Investor takut masuk ke suatu negara kalau pemerintahannya lemah,” kata Founder & Group CEO Heritage Amanah yang juga Wakil Ketua The Meeting of Minds (MeMinds) Forum Salina Nordin di Jakarta, pada Jumat (6/12/2019).

Salina yang berkebangsaan Malaysia, berpengalaman hampir 30 tahun di industri keuangan, pasar modal, manajemen kekayaan, penasihat pengembangan bisnis, dan perbankan. Ia pernah berkarier di Lippo Securities sebagai Eksekutif Penjualan Ekuitas Internasional.

Salina mengungkapkan hal itu terkait peran Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan The Meeting of Minds Forum, pada 11-12 Desember 2019 mendatang. Forum yang didukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengusung tema “Menghadapi Isu-isu Global Demi Masa Depan yang Makmur dan Berkelanjutan.”

MeMinds Forum yang rencananya dibuka Presiden Jokowi, akan dipimpin Ketua MeMinds Forum Prof Dr Ismail Serageldin dan didukung Wakil Ketua MeMinds Forum Salina Nordin CHFC.

Forum ini juga bakal menghadirkan penerima Hadiah Nobel Bidang Fisiologi atau Kedokteran tahun 2001 Sir Richard Timothy Hunt dan Co-Founder The Billion Dollar Funds for Women Nadereh Chamlou.

Menurut Salina, Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim, kini berada dalam posisi yang sangat baik di Asia Tenggara. Bahkan, dibandingkan negara-negara di Timur Tengah yang kini banyak dirundung masalah, posisi Indonesia kini adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

“Yang diperlukan investor adalah trust. Di luar negeri, pemerintahan Presiden Joko Widodo dinilai sangat kuat dan dapat dipercaya,” kata Salina.

Dikatakan, menarik investasi di berbagai sektor adalah sebuah langkah awal bagi Heritage Amanah untuk mengajak para pelaku usaha dari berbagai negara mengeksplorasi Indonesia lebih jauh.

Saat ini, lanjutnya, terdapat sejumlah perusahaan startup di Indonesia, seperti Grab dan GoJek yang tumbuh menjadi decacorn. Pertumbuhan positif ini menunjukkan bahwa ada kepercayaan yang kuat kepada pemerintah.

“Kami mengajak orang lain yang berbicara tentang Indonesia. Ini menyangkut trust,” katanya.

Jadi Acuan
Salina mengungkapkan kegiatan yang digagas generasi muda Indonesia itu bertujuan untuk menghubungkan para anak muda Indonesia yang memiliki berbagai latar belakang pendidikan dengan para pakar dan pemangku kepentingan dari sektor publik maupun swasta, baik di dalam maupun luar negeri.

Diakuinya, pertumbuhan keuangan dan perbankan Islam yang signifikan menjadikan Indonesia sebagai acuan bagi dunia.

“Forum ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif untuk generasi selanjutnya dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dunia,” katanya.

Berdasarkan Survei Global Shaper yang dilakukan Forum Ekonomi Dunia, masalah yang dihadapi dunia saat ini adalah perubahan iklim atau kerusakan alam yang mencapai 48,8 persen, ketidaksetaraan pendapatan dan diskriminasi (30,8 persen), kemiskinan (29,2 persen), ketahanan pangan dan air (18,2 persen), pendidikan yang kurang (15,9 persen), keamanan atau kesejahteraan (14,1 persen), serta minimnya kesempatan ekonomi dan lapangan kerja (12,1 persen).

MeMinds Forum menjalin kemitraan dengan 50 Heritage Future Leaders, yang terdiri atas anak muda berpengaruh dari Mesir, Singapura, Malaysia, dan Indonesia.



Sumber: Investor Daily