Dominasi BUMN Dinilai Kurangi Peran Swasta

Dominasi BUMN Dinilai Kurangi Peran Swasta
Kapal Tol Laut yang sedang melakukan muat barang di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (Foto: Investor Daily/Rozi Amrozi)
Amrozi Amenan / FER Jumat, 6 Desember 2019 | 23:45 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur (Jatim) menyoal pengusaaan bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari hulu sampai hilir dengan membentuk anak dan cicit perusahaan yang telah mengurangi peran swasta.

Kadin Jatim Rumuskan Hambatan Dinamika Usaha

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang UMKM, M Rizal, mengatakan, salah satu BUMN yang kini menguasai bisnis dari hulu sampai hilir itu adalah PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III). Beberapa bisnis yang dulunya digarap swasta, mulai suplai bahan baku kapal, galangan kapal, jasa bongkar muat, angkutan barang, suplai air bersih hingga suplai listrik, sekarang dikuasai oleh Pelindo III melalui anak dan cicit perusahaannya.

"Dikuasainya semua bisnis oleh Pelindo III ini tentu membuat peran swasta berkurang. Inilah yang menjadi perhatian Kadin Jatim," ujar Rizal di sela persiapan Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-7 Kadin Jatim, di Surabaya, Jumat (6/12/2019).

Bukan saja Pelindo III, lanjut Rizal, penguasaan bisnis dari hulu hingga hilir juga dilakuka oleh BUMN lain yang bergerak di sektor konstruksi dan pengelola jalan tol seperti Waskita Karya, Adhi Karya, Jasa Marga dan PT PP. Mereka kini juga merambah sektor properti dengan mendirikan anak usaha.

Pengusaha di Surabaya Keluhkan Efektifitas Tol Laut

"Semua pekerjaaan proyek yang mereka tangani dikuasai mereka sendiri melalui anak usahanya sehingga peran swasta menjadi berkurang," terang Rizal.

Rizal menambahkan, penguasaan bisnis oleh BUMN dianggap pihaknya telah menghambat dinamika usaha sektor swasta. Karena itu, Kadin Jatim akan mengangkatnya kedalam satu pokok bahasan dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-7 Kadin Jatim yang akan berlangsung pada 18-20 Desember 2019 di Hotel Shangrila Surabaya.

"Dalam Musprov ke-7 nanti, akan dibahas dan ditelaah oleh pengurus Kadin baik di tingkat kabupaten dan kota untuk selanjutnya dibuat satu rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah," papar Rizal.

Rizal menambahkan, rekomendasi tersebut menindaklanjuti pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Munas Kadin di Bali beberapa waktu lalu, bahwa pemerintah akan memprioritaskan peran swasta daripada BUMN dan memberi peluang swasta untuk menggarap proyek-proyek yang selama ini digarap BUMN, sehingga swasta juga bisa tumbuh dan memberi kontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Sementara, BUMN akan didorong menjadi perusahaan besar yang bisa bersaing dengan perusahaan global, bisa memenangkan tender swasta di negara-negara tetangga dan menghasilkan devisa negara.

"Harapan kami, seluruh stakeholder juga bisa mengikuti instruksi Presiden Jokowi, dan peran aktif swasta segera tercapai," tandas Rizal.



Sumber: Investor Daily