APPBI DKI Optimistis Konsumsi Belanja Masyarakat di Mal Meningkat

APPBI DKI Optimistis Konsumsi Belanja Masyarakat di Mal Meningkat
Pertunjukan Drama Natal yang dipentaskan sejumlah anak-anak dari sekolah sekitar Pluit untuk meramaikan musim Libur Natal & Tahun Baru di panggung utama pusat perbelanjaan Emporium Pluit Mal, Jakarta Utara Jumat, 6 Desember 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / CAH Sabtu, 7 Desember 2019 | 07:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta optimistis konsumsi dan belanja masyarakat di pusat perbelanjaan modern akan semakin meningkat di tahun  2020. Hal tersebut disampaikan Ketua APPBI DPD DKI Jakarta, Ellen Hidayat saat memberikan keterangan persiapan sejumlah pusat perbelanjaan dalam menyambut Libur Natal  dan Tahun Baru kepada awak media di Emporium Pluit Mall pada Jumat (6/12/2019).

"Kondisi ekonomi kita semakin membaik, apalagi stabilitas politik sudah baik setelah Pilpres. Saya yakin pemerintah mampu menjaga daya beli masyarakat tetap baik dan tinggi sehingga kunjungan ke pusat perbelanjaan," ujar Ellen.

Dikatakannya dari 81 anggota pusat perbelanjaan di DKI Jakarta terhadap APPBI ada 10-12 pusat perbelanjaan yang tingkat okupansi tenant nya mencapai di atas 95 persen, sedangkan sisanya menengah. Namun adapula yang masih rendah karena berbagai faktor misalkan lokasi dan pemilihan tenant yang kurang cocok.

"Tapi tahun depan kita tetap optimistis, jika kita terus menjaga mal kita masing-masing dengan berbagai kegiatan edukatif untuk anak-anak, inovatif. Tenant juga sekarang lihat-lihat untuk memilih lokasi mal. Mereka melihat traffic dari pengunjungnya," tambah Ellen.

Ellen mengungkapkan saat ini hingga tahun depan akan ada masa-masa high season dimana jumlah pengunjung akan meningkat drastis yakni libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Imlek pada 25 Januari 2020, serta Idul Fitri pada Mei 2020.

"Seperti contohnya di Emporium Pluit Mal ini jumlah pengunjung sekitar 50.000 setiap harinya dan bisa meningkat 75-100.000 jika pada akhir pekan, hari libur nasional ataupun musim tertentu. Kami yakin keberadaan pusat perbelanjaan fisik tetap dibutuhkan meski saat ini keberadaan ojek online dan taksi online berkembang," kata Ellen



Sumber: Suara Pembaruan