Rayakan HUT KPR, BTN Akan Fokus Garap Pembiayaan Hunian Milenial

Rayakan HUT KPR, BTN Akan Fokus Garap Pembiayaan Hunian Milenial
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahala Nugraha Mansury bersama jajaran Komisaris dan Direksi Bank BTN ikut bersepeda dengan rute start dari kantor pusat Bank BTN menuju kawasan Semanggi dan kembali finish di kantor BTN Harmoni saat Fun Bike dalam rangka HUT ke43 KPR Bank BTN di Jakarta, Minggu (8/12/2019). ( Foto: Beritasatu Photo/Uthan )
Mashud Toarik / MT Minggu, 8 Desember 2019 | 14:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) KPR ke- 43 yang jatuh pada tanggal 10 Desember mendatang, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar acara Fun Bike yang diikuti 1.000 peserta. Pelepasan peserta Fun Bike dilakukan oleh Direktur Utama Bank BTN, Pahala N Masyuri di Jakarta, Minggu (8/12/2019).

Pahala menyampaikan sejak merilis KPR pada tahun 1976, Bank yang sebelumnya bernama Postpaarbank ini telah menyalurkan KPR yang diperuntukan sekitar 5 juta rumah, dengan nilai kredit mencapai sekitar yang Rp300 triliun.

Khusus KPR subsidi, kredit yang disalurkan Bank BTN menempati porsi paling besar mencapai 3,46 juta unit rumah dengan nilai kredit sekitar Rp159,97 triliun.

“Besarnya porsi penyaluran KPR Subsidi berkat kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) dalam menyukseskan Program Sejuta Rumah,” kata Pahala dalam keterangannya kepada Wartawan disela Fun Bike tersebut.

Program Sejuta Rumah merupakan program yang diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo dan telah berjalan sejak tahun 2015. Dalam hal ini Kementerian PUPR menggandeng perbankan termasuk Bank BTN untuk mendukung pembiayaan program tersebut dengan berbagai skema, diantaranya FLPP dan BP2BT dan Bantuan Uang Muka atau BUM.

Per kuartal II-2019, Bank BTN  tercatat menguasai pangsa KPR Subsidi sekitar 91,55%. Perseroan akan terus melakukan upaya percepatan penyaluran KPR Subsidi kepada masyarakat dan tepat sasaran sesuai yang diamanahkan Kementerian PUPR, tegas Pahala menjelaskan.

Sementara terkait HUT Ke-43 KPR, diharapkan Pahala akan menjadi momentum Bank BTN untuk melakukan inovasi dalam membuat model bisnis pembiayaan perumahan maupun tabungan untuk melayani kebutuhan hunian bagi masyarakat sekaligus bagaimana perseroan ke depan dapat menggaet segmen milenial.

Selain itu, perseroan akan lebih berfokus pada pentingnya pembenahan proses bisnis di BTN agar dapat meningkatkan kualitas produk dan layanannya sehingga Bank BTN dapat tumbuh secara berkelanjutan, tambahnya.

“Pasar KPR sudah sangat sesak baik subsidi maupun non subsidi. Posisi Bank BTN sebagai Bank yang besar dengan core business pembiayaan perumahan bagi masyarakat dengan dominasi KPR secara nasional perlu untuk bagaimana ke depan mencari terobosan dan inovasi baru agar Bank BTN menjadi top of mind seluruh generasi, baik milenial, generasi X maupun baby boomers jika bicara tentang KPR,” kata Pahala.

Dengan tumbuhnya generasi muda yang akan menguasai dunia, menjadi penting bagaimana Bank BTN yang sudah memiliki image sebagai bank yang berpengalaman dalam pembiayaan perumahan di Indonesia, ke depan menurutnya harus sudah siap untuk memenuhi kebutuhan mereka. "Untuk itu menjadi penting bagi perseroan dalam berinovasi bagaimana akan muncul produk baru dengan layanan baru untuk menggaet para generasi muda tersebut terutama dalam kebutuhan hunian," paparnya.

Sebagai catatan, Perseroan telah memiliki produk khusus bagi melenial yang diluncurkan pada triwulan III tahun 2018 lalu. BTN menurutnya akan menyempurnakan produk tersebut agar lebih memudahkan generasi milenial mendapatkan rumah impiannya sekaligus produk perbankan berbasis digital yang mendukung kebutuhannya.

Produk KPR Gaess menjadi perhatian manajemen karena generasi yang lahir tahun 1981-2000 ini berdasarkan riset Badan Pusat Statistik akan mendominasi populasi penduduk Indonesia, atau sekitar 34% atau sebesar 83 juta jiwa pada tahun 2020. Segmen ini menjadi ceruk pasar yang menjanjikan bagi perbankan, karena sebagian besar milenial merupakan golongan kelas menengah yang menjadi penggerak ekonomi bangsa.

“Namun, tidak seluruh generasi milenial dapat atau mau mengajukan KPR, untuk itu kita perlu melakukan edukasi dan inovasi serta meracik skema-skema program dan produk yang dapat memenuhi kebutuhan layanan perbankan sesuai selera milenial,” katanya.

Tahun 2020, diyakini Pahala akan menjadi titik balik bagi bank BTN untuk melakukan transformasi baik secara internal maupun eksternal.



Sumber: Majalah Investor