Kempupera Siapkan Tender Hunian Tetap Korban Bencana Sulteng

Kempupera Siapkan Tender Hunian Tetap Korban Bencana Sulteng
Presiden Joko Widodo (kiri) meninjau pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) di Dusun Pedamekan, Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, Kamis (18/10/2018). Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan rumah warga terdampak gempa yang rusak berat sudah terverifikasi yakni sebanyak 72.028 rumah, sementara menurut Bupati/walikota sebanyak 71.676 rumah. (Foto: ANTARA FOTO / Ahmad Subaidi)
Imam Muzakir / FER Minggu, 8 Desember 2019 | 21:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) terus berupaya menyelesaikanpembangunan perumahan bagi penyintas atau korban bencana alam gempa bumi dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah yaitu di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala.

BTN Fokus Garap Pembiayaan Hunian Milenial

Sejumlah lokasi telah disiapkan Kempupera untuk pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi para pengungsi di Sulteng yakni di Kelurahan Duyu Kota Palu, Kelurahan Tondo Kota Palu dan Desa Pombewe Kabupaten Sigi. Selain itu juga Huntap akan dibangun pada lokasi lokasi Satelit di Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala.

"Ada beberapa lokasi untuk pembangunan huntap bagi pengungsi bencana alam di Sulteng yakni di Duyu, Tondo, Pombewe dan beberapa lokasi satelit di Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala," ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kempupera, Khalawi Abdul Hamid, dalam siaran persnya, Minggu (8/12/2019).

Khalawi menjelaskan, Kempupera saat ini tengah melakukan tender untuk pembangunan Huntap tahap pertama di Kelurahan Duyu rencananya akan dibangun 450 unit Huntap.

Kempupera Peringatkan Anies soal Normalisasi Ciliwung

"Saat ini kami sedang melakukan tender untuk proyek Huntap tahap pertama yakni sebanyak 630 unit rumah. Kami juga sudah membangun rumah contoh untuk Huntap pengungsi,” katanya.

Rumah contoh Huntap yang dibangun Kempupera, kata Khalawi, menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang dikembangkan oleh Puslitbangkim Kempupera. Sedangkan untuk harga per unit Huntap yang akan dibangun adalah senilai Rp 50 juta.

Harga kontrak Huntap, kata Khalawi, sudah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan bahwa penyaluran bantuan Huntap bagi pengungsi bencana alam seperti di Lombok, Palu, Banten dan daerah lainnya adalah Rp 50 juta.

Adapun tipe Huntap yang akan dibangun Kempupera nantinya adalah rumah tipe 36 dengan luas tanah 150 meter persegi (m2) yakni berukuran 10 x 15 meter. Pemanfaatan teknologi Risha yang menggunakan panel dari beton diharapkan dapat membuat hunian tersebut lebih tahan terhadap guncangan gempa.

"Untuk tahun ini kami menargetkan bisa melakukan tender untuk 1.600 unit Huntap bantuan dari Bank Dunia. Kami juga berkoordinasi dengan Yayasan Budha Tzu Tji yang juga ikut membangun Huntap di Palu. Sedangkan tahun depan kami berencana membangun 7.100 unit Huntap untuk masyarakat yang rumahnya rusak akibat terdampak gempa bumi yang mengguncang Palu pada 28 September 2018 lalu,” katanya.

Lebih lanjut, Khalawi menerangkan, pihaknya berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) bisa membantu proses penyediaan lahan untuk lokasi Huntap tersebut. Pihaknya tidak ingin nantinya ke depan ada sengketa terkait permasalahan tanah yang digunakan untuk lokasi pembangunan tersebut.

"Kami berharap Pemprov Sulteng bisa segera memberikan kepastian lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan Huntap karena masyarakat sudah menunggu hunian yang layak huni," pungkas Khalawi.



Sumber: Investor Daily