Kecewa Penyaluran KUR Tidak Merata, Jokowi: Cari Titik Sumbatnya

Kecewa Penyaluran KUR Tidak Merata, Jokowi: Cari Titik Sumbatnya
Ilustrasi Kredit Usaha Rakyat (KUR). ( Foto: Istimewa )
Novy Lumanauw / WBP Senin, 9 Desember 2019 | 14:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kekecewaannya akibat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang belum merata dan tidak tepat sasaran. Sejak diluncurkan 2007, penyaluran KUR didominasi sektor perdagangan. Sedangkan sektor lainnya pertanian, pariwisata, perikanan, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masih minim.

“Saya kira inilah yang harus kita carikan titik sumbatnya ada di mana, sehingga kita harapkan penyaluran KUR betul-betul bisa tepat sasaran dan bisa dinikmati oleh UMKM,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Presiden Jokowi mengungkapkan, dari total Rp 140 triliun plafon KUR pada tahun 2019, sektor pertanian baru termanfaatkan 30 persen dari plafon. Begitu juga industri pengolahan mikro kecil dan menengah baru termanfaatkan sebesar 40 persen. “Sektor perikanan dan pariwisata juga serapan masih rendah,” kata Jokowi.

Ia berharap akan dibentuk sebuah skema KUR, yang secara khusus disesuaikan dengan kebutuhan sektor-sektor yang ada dengan grace period yang khusus menyesuaikan waktu produksinya. “Atau kita tawarkan skema KUR investasi dengan periode yang lebih panjang sehingga pinjaman KUR bagi pelaku UMKM, bisa digunakan untuk mengembangkan usahanya,” kata Jokowi.



Sumber: Investor Daily