Kasus Penyelundupan Harley, Kemhub Denda Garuda Rp 100 Juta

Kasus Penyelundupan Harley, Kemhub Denda Garuda Rp 100 Juta
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (dua kanan) dan Dirjen Bea Cukai Kemenkeu Heru Pambudi (kanan), melihat barang bukti motor Harley Davidson usai konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis 5 Desember 2019. (Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)
Thresa Sandra Desfika / FMB Senin, 9 Desember 2019 | 21:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Perhubungan menyampaikan penerapan sanksi denda administrasi sesuai PM 78 Tahun 2017 tentang Pengenaan Sanksi Administratif Terhadap Pelanggaran Peraturan Perundang-undangan di Bidang Penerbangan kepada PT Garuda Indonesia, pada Senin (9/12/2019).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti menjelaskan sanksi tersebut terkait dengan ketidaksesuaian antara dokumen penerbangan yang dimiliki pada penerbangan pesawat GA 9721 registrasi PK GHE A330-900 Neo rute Toulouse – Jakarta tanggal 17 November 2019 dengan ketentuan yang dipersyaratkan pada persetujuan terbang (flight approval).

Erick Pecat Semua Direktur Garuda yang Terlibat Penyelundupan

“Sanksi terhadap Garuda Indonesia sudah disampaikan melalui surat penetapan denda administratif yang telah disampaikan hari ini, Sanksi yang berikan sesuai dengan PM 78 Tahun 2017 berupa denda administratif sebesar Rp 100 juta," jelas Polana dalam keterangannya, Senin (9/12).

Lebih lanjut, kata Polana, pihaknya sudah menerima surat pemberitahuan terkait dengan pergantian direktur utama (dirut) yang melampirkan surat keputusan pemberhentian dan penunjukan pelaksana tugas (plt) direktur utama pada 6 Desember 2019.



Sumber: Investor Daily