Harga Minyak Turun Dipicu Perang Dagang

Harga Minyak Turun Dipicu Perang Dagang
Ilustrasi minyak. ( Foto: Beritasatu.com/Muhammad Reza )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 10 Desember 2019 | 09:58 WIB

New York, Beritasatu.com - Harga minyak turun pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (10/12/2019), setelah ekspor China turun selama empat bulan berturut-turut. Hal ini mengirim kegelisahan kerusakan permintaan global akibat perang dagang antara Washington dan Beijing.

Harga minyak mentah berjangka Brent pengiriman Februari turun 14 sen atau 0,25 persen menjadi US$ 64,25 per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari ditutup melemah 18 sen atau 0,24 persen menjadi US$ 59,02 per barel.

Ekspor Tiongkok pada November turun 1,1 persen dari setahun sebelumnya, mengacaukan harapan kenaikan 1,0 persen dalam jajak pendapat Reuters.

Washington dan Beijing telah berusaha menyepakati perjanjian perdagangan yang akan mengakhiri perang tarif.

"Beijing berharap kesepakatan dengan Amerika Serikat dapat dicapai sesegera mungkin, kata Asisten Menteri Perdagangan China Ren Hongbin, Senin (9/12/2019).

Sementara pada Jumat (6/12/2019), OPEC+ setuju memperpanjang pemotongan produksi dari 1,2 juta barel per hari (bph) menjadi 1,7 juta bph, mewakili sekitar 1,7 persen dari produksi global.

Goldman Sachs merevisi perkiraan harga spot Brent menjadi US$ 63 per barel untuk 2020, naik dari perkiraan sebelumnya US$ 60.



Sumber: BeritaSatu.com