AP I Operasikan Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor

AP I Operasikan Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor
Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarmasin. ( Foto: Dok )
Thresa Sandra Desfika / WBP Selasa, 10 Desember 2019 | 15:40 WIB

Banjarmasin, Beritasatu.com –PT Angkasa Pura I (Persero) mulai mengoperasikan terminal baru Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarmasin pada Selasa (10/12/2019). Terminal yang lebih luas delapan kali lipat dari terminal lama itu dibangun dalam waktu 17 bulan dengan dana Rp 2,2 triliun.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengungkapkan, lalu lintas Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin pada 2018 mencapai 3,9 juta penumpang. Padahal, kapasitas ideal terminal lama hanya menampung 1,6 juta penumpang per tahun. Dengan adanya terminal ini, Bandara Syamsudin Noor dapat menyediakan kapasitas 7 juta penumpang per tahun.

"Hari ini soft launching pengoperasian perdana terminal baru Bandara Syamsudin Noor. Meskipun baru soft launching, pengerjaan konstruksi bandara ini sudah selesai 100 persen dalam kurun waktu 17 bulan," ungkap Faik Fahmi dalam keterangannya, Selasa (10/12/2019).

Penerbangan pertama yang melalui terminal baru yaitu Lion Air JT311 tujuan Jakarta pukul 06.00 Wita. Sedangkan, kedatangan perdana yang melalui terminal baru ini, yaitu Garuda Indonesia GA 530 dari Jakarta yang mendarat pukul 07.25 Wita.

Faik menekankan, pembangunan terminal baru Bandara Syamsudin Noor merupakan salah satu bagian dari proyek strategis nasional (PSN) yang diamanatkan pemerintah untuk mengatasi permasalahan lack of capacity. Proyek ini terdiri dari pembangunan sisi darat yang meliputi pembangunan terminal baru dan gedung kargo serta pembangunan sisi udara yang meliputi perluasan apron. "Pada libur Natal dan Tahun Baru kali ini, masyarakat Banjarmasin dan Kalimantan Selatan sudah dapat menikmati fasilitas terminal penumpang yang serba modern, lebih luas, dan lebih nyaman," imbuh Faik Fahmi.

Terminal baru Bandara Syamsudin Noor, sambung Faik, memiliki luas 77.569 meter persegi atau delapan kali lebih luas dibandingkan terminal lama yang hanya memiliki luas 9.043 meter persegi.

Selain itu, terminal baru juga ditunjang dengan 42 unit konter check-in, tiga conveyor belt, dan ruang tunggu seluas 5.185 meter persegi. Tersedia pula, lahan parkir seluas 34.360 meter persegi untuk kendaraan roda empat dan 2.420 meter persegi untuk kendaraan roda dua.

Dibangun pula terminal kargo baru berkapasitas 44.000 ton per tahun dari 22.297 ton per tahun yang ada saat ini. Sedangkan, apron bertambah menjadi 129.812 meter persegi dan mampu menampung 16 pesawat narrow body dari sebelumnya hanya 80.412 meter persegi dan hanya dapat menampung 8 pesawat narrow body. "Investasi yang dibutuhkan secara keseluruhan Rp 2,2 triliun. Selain itu, bandara ini sekarang sudah berstatus bandara internasional," terang Faik Fahmi.



Sumber: BeritaSatu.com