Apindo Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 4,85 Persen

Apindo Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 4,85 Persen
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 berkisar 4,85 persen hingga 5,10 persen year on year. ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Selasa, 10 Desember 2019 | 21:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 berkisar 4,85 persen hingga 5,10 persen year on year.

Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani mengatakan, proyeksi pertumbuhan itu dipengaruhi oleh sejumlah faktor, yaitu faktor perekonomian global dan faktor internal.

"Faktor eksternalnya kita lihat kondisi global banyak negara lain yang sedang berperang ekonominya, perang dagang Amerika dengan China ini membuat aliran portofolio dana investor ke Indonesia menjadi terhambat sehingga ada tekanan bagi mata uang global, termasuk rupiah," kata Hariyadi dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Hariyadi menjelaskan, faktor internal banyak dipengaruhi oleh tingkat investasi yang belum akan beranjak jauh dari kondisi tahun 2019. Hal itu karena masih ada sejumlah faktor seperti cost of doing business, seperti perizinan usaha, ketenagakerjaan, logistik, perpajakan, akses lahan, biaya permodalan, dan lemahnya daya beli.

Di bidang regulasi ketenagakerjaan, Apindo menyoroti terbitnya PP No 45/2019 dengan memberikan insentif super tax deductible berupa potongan beban pajak bagi perusahaan yang menyelenggarakan pelatihan untuk pekerjanya.

Hariyadi mengatakan, pihaknya juga mendesak revisi UU No 13/2003 karena undang-undang tersebut dinilai tidak relavan saat ini sehingga menjadikan dunia usaha tidak kompetitif dan memberatkan.

"Ada beberapa pasal krusial yang harus direvisi dalam UU No 13/2003, misalnya kayak defenisi kerja, upah minimum, skill development, sanksi hukum, pekerjaan alih daya atau outsourcing, dan pesangon PHK itu harus direvisi," ucap Hariyadi.



Sumber: BeritaSatu TV