Dapat Tambahan Kuota FLPP, BTN Siapkan Dana Talangan Rp 2 Triliun

Dapat Tambahan Kuota FLPP, BTN Siapkan Dana Talangan Rp 2 Triliun
Sebanyak 250 debitur melakukan akad kredit secara bersamaan dalam memperoleh fasilitas KPR Bersubsidi di Bekasi, Rabu (11/12/2019). ( Foto: Istimewa / - )
Mashud Toarik / MT Rabu, 11 Desember 2019 | 18:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memastikan untuk memberikan tambahan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

Terkait itu BTN bersama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menyiapkan dana talangan sementara sebesar Rp 2 triliun yang akan disalurkan dalam bentuk KPR Subsidi untuk sekitar 13.000 unit rumah.

Dalam rangka mempercepat penyerapan tambahan kuota FLPP tersebut, BTN menggelar akad massal KPR FLPP untuk sekitar 250 debitur di perumahan Bekasi Regency 7, Bekasi Timur, Jawa Barat.

“Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR menyepakati tambahan kuota FLPP sehingga Bank BTN dapat segera menyalurkan KPR Subsidi bagi masyarakat yang sudah sangat sabar menanti kabar gembira ini,” kata Direktur Consumer dan Commercial Lending Bank BTN, Hirwandi Gafar di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Sebagai catatan, sejak tahun 2015, BTN telah menjadi mitra Kementerian PUPR dalam menyalurkan KPR Subsidi untuk menyukseskan Program Sejuta Rumah termasuk pembiayaan perumahan dengan skema subsisi, baik dengan Selisih Bunga (SSB) maupun FLLP.

Per akhir November 2019, Bank berkode saham BBTN ini telah menyalurkan KPR dengan skema SSB untuk 98.360 unit, sementara FLPP telah disalurkan untuk 33.090 unit. Sejak program tersebut bergulir pada tahun 2015, hingga September 2019 Bank ini telah merealisasikan KPR dan Kredit Penyediaan Pembangunan Perumahan sebanyak 3,10 juta unit hunian.

“Sejak tahun 2017, kami sudah menyalurkan KPR subsidi dengan ojek online, pengemudi taksi dan juga paguyuban profesi seperti pencukur rambut dan pedagang mie bakso, dan kami akan terus menjajaki asosiasi pekerja informal lain yang potensial,” kata Hirwandi.

Bank BTN mencatat realisasi KPR Subsidi ke ojek online dan pengemudi taksi sudah mencapai sekitar 700 nasabah. Selain KPR subsidi, untuk sektor informal Bank BTN juga menawarkan KPR BTN Mikro. Adapun di segmen ini, secara total BTN telah merealisasikan sampai dengan September 2019 sebanyak 70 unit dengan jumlah outstanding lebih dari Rp 2,5 miliar.

“Sampai saat ini kami telah menyalurkan KPR hampir ke seluruh sektor informal dan untuk tahun 2020 BTN akan menyalurkan ke sektor informal khususnya mitra binaan BUMN dan Kementerian seperti BULOG, Kementerian Koperasi dan UKM,” pungkasnya.



Sumber: Majalah Investor