Apersi Minta Pemerintah Kreatif Kembangkan Skema Pembiayaan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Apersi Minta Pemerintah Kreatif Kembangkan Skema Pembiayaan

Rabu, 11 Desember 2019 | 20:42 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mendorong pemerintah untuk berkreasi dalam menambah kuota subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Ribuan Rumah Subsidi Terancam Gagal Dibangun

Ketua umum DPP Apersi, Junaidi Abdillah, mengatakan, upaya untuk penambahan kuota rumah subsidi di tahun depan sangat diperlukan, seiring kebutuhan rumah untuk MBR masih cukup besar. Terlebih, masalah backlog rumah jika tidak diseriusi oleh pemerintah, maka angkanya diperkirakan bakal semakin membesar.

"Melihat kondisi di sepanjang tahun 2019 yang diwarnai dengan habisnya kuota FLPP, cukup sulit rasanya untuk memenuhi pencapaian target pembangunan rumah MBR,” ujar Junaidi di sela acara Rakernas Apersi, di Red Top Hotel, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Junaidi mengatakan, pihaknya memperkirakan kebutuhan rumah di 2020 sebesar 250.000 unit, dengan tiap tahun kenaikan sebesar 20.000 unit. Sayangnya, pemerintah hanya menyediakan anggaran subsidi melalui skema FLPP sebesar Rp 9 triliun, yang hanya mencukupi untuk 80.000 unit.

Pengembang Minta Aturan Rumah MBR Dipermudah

"Sementara, skema pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2TB) hanya 40.000 unit. Menurut kami, nilai tersebut akan habis sekitar pertengahan tahun depan. Untuk itu, pemerintah tentunya harus mencari jalan ke luar agar pengalaman tahun ini tidak terulang,” kata Junaidi.

Rakernas Apersi

Menurut Junaedi, Apersi mengharapkan pemerintah dapat mengupayakan kreasi atau terobosan terkait anggaran FLPP, sehingga dari nilai yang ada bisa menghasilkan jumlah unit yang lebih banyak lagi. Apalagi, potensi non fixed income menjadi salah satu fokus dari masalah perumahan yang harus dicermati pemerintah.

“Oleh karena itu, Apersi mengusulkan agar pemerintah melihat lebih cermat anggaran FLPP yang ada, dengan mempertimbangkan konfigurasi sumber pendanaan lain, apakah dari pemerintah sendiri atau perbankan, sehingga cakupan dari kuota unitnya bisa bertambah,” terang Junaidi.

Junaedi menegaskan, dengan adanya terobosan untuk mencari sumber pembiayaan lain dalam upaya penambahan kuota FLPP ini, pengembang tentunya memiliki harapan untuk terus membangun dan menyelesaikan rumah subsidi. Selain itu, masyarakat sebagai konsumen juga merasa terbantu.

“Kami telah menyampaikan sejumlah usulan kepada pemerintah, bagaimana caranya agar unit bisa bertambah dengan anggaran yang ada. Apalagi, pemerintah telah banyak mengurangi subsidi di sektor lain semisal listrik dan BBM. Namun, untuk perumahan jangan dikurangi karena penyediaan rumah menyangkut masa depan. Pasalnya, jika kuota FLPP habis, maka harapan MBR memiliki rumah bisa pupus,” tegas Junaidi

Junaidi mengatakan, Apersi juga mengusulkan agar anggaran pembangunan Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU) dapat diakomodasikan ke dalam FLPP untuk menambah jumlah kuota. Terlebih, pihaknya menilai pembangunan PSU dapat dilakukan secara mandiri oleh pengembang.

“Kalau kita melihatnya, dana PSU ini agak kurang adil karena selain anggaran yang terbatas, kemudian cuma pengembang tertentu menikmati. Seharusnya, semua bisa memperoleh tanpa ada kesan pilih-pilih. Nah, akan lebih baik tentunya jika PSU diakomodasikan ke dalam FLPP, sehingga cakupan kuota bisa bertambah,” papar Junaidi.

Menurut Junaidi, skema FLPP sendiri merupakan 'idola' dari pengembang maupun masyarakat konsumen, mengingat konsep yang diusungnya merupakan dana bergulir. Hal yang sama juga berlaku untuk skema bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT).

“Skema BP2BT memang bisa jadi solusi atau cara lain terkait kuota rumah subsidi. Meski demikian, Apersi sendiri memiliki kekhawatiran akan kelanjutannya karena sifatnya yang berasal dari pinjaman Bank Dunia. Ini yang kita takutkan, jika skema ini dapat terhenti kapan saja,” pungkas Junaidi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Ananta Wahana: Manfaat Asuransi Luar Biasa

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Ananta Wahana menegaskan manfaat asuransi luar biasa.

EKONOMI | 19 September 2021

Kawasan Industri Berikan Kontribusi Signifikan untuk Ekonomi Daerah

Kemperin terus mendorong peran kawasan industri (KI) untuk dapat memberikan kontribusi signfikan bagi ekonomi daerah dan nasional.

EKONOMI | 19 September 2021

Menteri Teten Dorong UMKM Jadi Bagian Rantai Pasok Global

Kemkop UKM tengah membuat master plan agar wsaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia menjadi bagian dari rantai pasok industri pembuat komponen.

EKONOMI | 19 September 2021

Pemerintah Akan Kaji Ulang Tingkat IJP KUR Askrindo dan Jamkrindo

Tingkat imbal jasa penjaminan (IJP) kredit usaha rakyat (KUR) pada PT Askrindo dan PT Jamkrindo sebesar 1,175% dinilai belum sesuai dengan risikonya.

EKONOMI | 19 September 2021

Bank KB Bukopin Partial Delisting, Bosowa Terdepak

PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) melakukan partial delisting efektif dilakukan pada Senin (20/9/2021).

EKONOMI | 19 September 2021

KoinWorks Kembali Dipercaya Lendable Inc Salurkan Pembiayaan Rp 435 Miliar

KoinWorks kembali dipercaya Landable Inc untuk menyalurkan pembiayaan modal usaha senilai US$ 30 juta atau sekitar Rp 435 miliar.

EKONOMI | 19 September 2021

Tiga Tahapan BRI Pasca-Rights Issue

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melakukan aksi korporasi rights issue guna mengembangkan ekosistem ultramikro.

EKONOMI | 19 September 2021

La Nyalla: Impor Bukan Solusi Kenaikan Harga Jagung

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan bahwa impor tidak bisa dijadikan solusi atas masalah tingginya harga jagung.

EKONOMI | 19 September 2021

Kisah Evergrande, Raksasa Properti Tiongkok yang Terancam Bangkrut

China Evergrande Group, perusahaan properti terbesar kedua di Tiongkok berdasarkan penjualan, terancam bangkrut karena terlilit utang hingga US$ 300 miliar.

EKONOMI | 19 September 2021

Desmigratif Hadirkan Pelindungan Komprehensif untuk Pekerja Migran dan Keluarganya

Kemnaker menghadirkan program Desmigratif dengan tujuan untuk memberikan pelindungan yang komprehensif bagi PMI dan keluarga.

EKONOMI | 19 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Ali Kalora


# Mujahidin Indonesia Timur


# Inter Milan


# Persib



TERKINI
Menit Ke-57, Kante Tambah Keunggulan Chelsea atas Tottenham

Menit Ke-57, Kante Tambah Keunggulan Chelsea atas Tottenham

BOLA | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings