The Fed Tahan Suku Bunga, Bursa Diprediksi Menguat

The Fed Tahan Suku Bunga, Bursa Diprediksi Menguat
Ilustrasi perdagangan bursa saham IHSG IDX. (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Kamis, 12 Desember 2019 | 08:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Hariyanto Wijaya, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup sedikit lebih rendah -0,1 persen pada hari Rabu.

MNCN dan SCMA akan melakukan konferensi pers bersama mengenai kolaborasi strategis hari ini pukul 10.30 pagi hari ini, Kamis (12/12/2019), yang dapat membawa katalis positif untuk harga saham mereka. Kabinet Indonesia sedang membahas relaksasi atas pembatasan defisit fiskal untuk mengubah plafon defisit menjadi rata-rata 3 persen selama lima tahun, yang mana memungkinkan kesenjangan anggaran melebihi 3 persen pada tahun tertentu selama periode tersebut.

"Kami perkirakan IHSG akan diperdagangkan mixed cenderung naik hari ini," kata dia dalam risetnya hari ini, Kamis (12/12/2019).

Indeks AS ditutup lebih tinggi pada hari Rabu karena investor mencerna keputusan suku bunga kebijakan Fed. Seperti yang diharapkan, para pejabat The Fed memutuskan untuk membiarkan suku bunga kebijakannya tidak berubah setelah tiga kali pemangkasan berturut-turut. Ketua Fed Jerome Powell menegaskan bahwa kondisi saat ini nampaknya masih sesuai. US core consumer prices (tidak termasuk makanan dan energi) naik pada laju tahunan 2,3 persen bulan lalu, tidak berubah dari periode sebelumnya.

Investor terus menunggu update kesepakatan perdagangan sebelum tenggat waktu hari Minggu, di mana AS dijadwalkan untuk mengenakan tarif pada tahap akhir impor Tiongkok.



Sumber: BeritaSatu.com