BBCA: Rabobank Akan Di-merge Dengan Anak Usaha Finansial

BBCA: Rabobank Akan Di-merge Dengan Anak Usaha Finansial
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja berswafoto bersama karyawan saat Hari Pelanggan Nasional 2019 di BCA Kantor Cabang Utama (KCU) Menara Bidakara, Rabu (4/9/19). Sejumlah produk dan layanan perbankan yang bermanfaat dirancang untuk memenuhi kebutuhan keuangan nasabah yang hingga akhir Juni 2019 jumlahnya mencapai 20 juta rekening nasabah yang tersebar di pelosok negeri. ( Foto: BeritaSatu Photo / Mohammad defrizal )
Fajar Widhiyanto / FW Jumat, 13 Desember 2019 | 06:06 WIB

PT Bank Central Asia Tbk berencana akan menggabungkan anak usaha perbankan yang akan diakuisisinya, PT Rabobank International Indonesia dengan institusi finansial lainnya di bawah grup usaha BCA.

“Rencananya kami akan merge Rabobank dengan anak usaha finansial lainnya di bawah grup BCA. Namun kami belum bisa mengeskplor dengan institusi yang mana. Saat ini masih kami godok,” ujar Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja kepada Investor, usai menerima penghargaan “Lifetime Achievement Award” dalam ajang pemilihan Tokoh Finansial Indonesia oleh Majalah Investor di Jakarta (12/12).

Namun ia memastikan bahwa Rabobank tidak akan digabung dengan Bank Royal yang telah rampung diakuisisi BCA pada tahun ini senilai Rp988 miliar. “Bank Royal sudah ditetapkan untuk menjadi digital banking,” ujarnya ketika ditanya potensi Rabobank melebur ke Bank Royal.

Sebelumnya diberitakan, bank berkode bursa BBCA ini akhirnya merealisasikan aksi korporasinya untuk mencaplok satu bank lagi setelah rampung mengakuisisi Bank Royal. Dalam laporan keterbukaannya kepada otoritas Bursa Efek Indonesia (11/12), dinyatakan bahwa BBCA dan anak perusahaan terkendali perseroan yaitu PT BCA Finance, telah melakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat pada tanggal 11 Desember 2019 atas PT Bank Rabobank International Indonesia (Rabobank Indonesia), dengan pihak penjual yakni Cooperatieve Rabobank UA, PT AditirtaSuryasentosa, PT Antarindo Optima, PT Antariksabuana Citanagara dan PT Mitra Usaha Kencana Sejati.

Berdasarkan perjanjian, BBCA membeli 3.719.070 saham Rabobank Indonesia dengan total nilai transaksi sebesar Rp 397 miliar. Dengan demikian maka BBCA menjadi pemegang seluruh saham Rabobank Indonesia. "Nilai itu akan disesuaikan dengan memperhitungkan pendapatan atau kerugian Rabobank Indonesia pada saat tanggal penyelesaian Rencana Transaksi (transaction closing)," demikian dikutip dari Keterbukaan Informasi kepada otoritas bursa.



Sumber: Majalah Investor