Genjot Ekspor, Victoria Care Bidik Pertumbuhan Penjualan 30% di 2020

Genjot Ekspor, Victoria Care Bidik Pertumbuhan Penjualan 30% di 2020
Suasana kantor baru PT Victoria Care Indonesia di Puri Indah Financial Tower, Jakarta. Kantor ini didesain sesuai kebutuhan para milenial yang banyak bekerja di perusahaan tersebut. ( Foto: Istimewa / - )
Mashud Toarik / MT Sabtu, 14 Desember 2019 | 19:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Produsen kosmetik dan toiletries, PT Victoria Care Indonesia (VCI) menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 30% di tahun 2020.

Untuk mencapai target yang dibidik, perusahaan yang memiliki basis produksi di Kawasan Candi, Semarang ini berupaya menggenjot pasar ekspor khususnya ke Tiongkok. Selain menyasar Tiongkok, VCI tercatat telah mengekspor produk-produknya ke Jepang, Brunei, Pakistan, Jepang dan Papua Nugini.

Adapun yang dihasilkan Perseroan adalah produk perawatan rambut, perawatan tubuh, dan perawatan wajah. Sementara brand yang dimiliki terdiri dari; Miranda, Victoria, Herborist, Nu Face.

Sementara untuk menggenjot pasar domestik, Perusahaan yang dirintis oleh Billy Hartono Salim selaku CEO dan Founder VCI tersebut menerapkan sejumlah strategi, salah satunya mengikuti perkembangan teknologi digital sekaligus mengikuti tren dan kebutuhan generasi milenial sebagai segmen pasar utama VCI.

“Jika ingin terus tumbuh dan berkembang PT. Victoria Care Indonesia harus mengikuti perkembangan zaman dengen memenuhi selera dan kebutuhan generasi milenial yang menguasai demograsi di Indonesia,” urainya dalam keterangan persnya, Sabtu (14/12/2019).

Terkait itu sejak awal tahun 2019, Perseroan menurutnya mulai fokus merekrut generasi milenial sekaligus mengembangkan e-commerce serta melakukan ekspor ke luar
negeri.

Tak kalah penting, sesuai visi baru tadi VCI menurutnya terus berinovasi dengan berbagai divisi baru dan mengakomodir pertumbuhan karyawan yang pesat, salah satunya dengan menempati kantor baru di Puri Indah Financial Tower.

Acara seremoni penempatan kantor baru tersebut di gelar pada tanggal 12 Desember 2019 lalu, yang dihadiri Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok (RTT) Djauhari Oratmangun, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Dody Edward, Direktur Pasar Wisata Tiongkok dan Asia Kemenparekraf Vincent Jemadu, Staf Khusus Menteri Koperasi, serta para mitra bisnis PT.VCI.

Billy mengatakan, kantor baru ini mengusung konsep “Millenial Office.” Alasanya karena VAC sangat mengerti perubahan yang terjadi saat ini terutama di usia perkerja yang mulai banyak dari usia milenial yang mana mereka mempunyai gaya kerja dan ritme kerja yang jauh berbeda dengan kaum sebelumnya.

Untuk menambah kenyamanan para karyawan, di kantor yang menerapkan sistem open space ini juga disediakan break out area yang bisa digunakan oleh seluruh karyawan untuk mengadakan meeting, membahas masalah-masalah operasional, mencari ide-ide produk yang kreatif, hingga program-program promosi yang baru.

Selain itu, untuk memberikan work life balance kepada para karyawan, PT Victoria Care Indonesia juga menyediakan tempat berolahraga (gym) yang bisa digunakan oleh semua karyawan.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk RTT Djauhari Oratmangun berharap produk-produk VCI dapat masuk ke Tiongkok. Pasalnya, saat ini, Pemerintah Republik Indonesia sedang mengenjot produk-produk dalam negeri dapat dipasarkan di negeri tirai bambu.

“Kita akan terus berkolaborasi dengan pejabat-pejabat di Tiongkok untuk memasarkan produk- produk Indonesia di Tiongkok sehingga defisit perdagangan Indonesia dan Tiongkok dapat
berkurang,” ujar Djauhari.



Sumber: Majalah Investor