YIA Buat Yogyakarta Kian Istimewa

YIA  Buat Yogyakarta Kian Istimewa
Bandara Internasional Yogyakarta. ( Foto: Antara )
Thresa Sandra Desfika / CAH Minggu, 15 Desember 2019 | 12:51 WIB

 

Yogyakarta, Beritasatu.com - Keterbatasan kapasitas Bandara Adistjipto, Yogyakarta menjadi salah satu kendala untuk mendongkrak kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena itu, kehadiran Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menjadi solusi permasalahan itu dan bakal menjadikan Yogyakarta semakin istimewa.

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) Faik Fahmi menyampaikan, keberadaan bandara baru YIA di Kulonprogo, Yogyakarta sangat ditunggu oleh masyarakat karena dapat menyelesaikan berbagai macam persoalan yang ada di Yogyakarta. Selama ini aksesibilitas terhadap angkutan udara menjadi salah satu kendala karena keterbatasan yang ada di Bandara Adisutjipto. Kapasitas bandara itu hanya untuk 1,7 juta penumpang. Sedangkan, realisasi penumpangnya saat ini mencapai 8,4 juta penumpang per tahun.

Hal itu disampaikan Faik Fahmi di sela focus group discusssion (FGD) bertajuk Key Success Factor Optimalisasi YIA adalah Aksesibilitas yang Baik yang diselenggarakan Investor Daily di Yogyakarta, Jumat (13/12/2019) dengan moderator Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings Primus Dorimulu.

Baca Juga: YIA Targetkan Peningkatan Penumpang 1.400%

"Bandara YIA ini akan membuat Daerah Istimewa Ygyakarta (DIY) ini benar-benar menjadi lebih istimewa karena seperti yang saya sampaikan tadi menyelesaikan aksesibilitas untuk domestik dan para turis asing yang datang ke sini karena kalau kita lihat target dari pemerintah dari kunjungan wisata harus meningkat, tetapi di Yogya justru menurun karena masalah di aksesibilitas," ungkap Faik 

Dia menambahkan, Bandara YIA juga bukan hanya menjadi solusi aksesibilitas udara di Yogyakarta, tapi juga dapat membuka akses yang lebih luas untuk Jawa Tengah. Hal itu karena YIA hanya berjarak 6 kilometer (km) dari Purworejo, Jawa Tengah.

"Keberadaan YIA karena lokasinya hanya 6 km dari Purworejo, sehingga membuka akses yang lebih luas ke Jawa Tengah. Sehingga destinasi pariwisata di Jawa Tengah otomatis akan ikut berkembang.Ini juga akan membuka akses di wilayah-wilayah Jawa Tengah yang selama ini menggunakan moda transportasi darat, ke depannya lebih mudah menggunakan YIA," papar Faik.

Lebih lanjut, Faik mengutarakan, keberadaan YIA juga akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Hal ini sudah terlihat pada 2019 ini di mana dengan kondisi Bandara YIA yang telah beroperasi meski masih dalam proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta sudah mulai meningkat.

Baca Juga2020, Kemenpar Targetkan Satu Juta Wisman ke Candi Borobudur

"Di Kulonprogo sendiri dari 5,5 persen menjadi 10,6 persen di tahun 2019 saat bandara dalam proses pembangunan. Pengangguran juga menurun signifikan di Kulonprogo. Dalam proses pembangunan dulu Kulonprogro merupakan kabupaten dengan tingkat pengangguran termasuk tinggi di DIY sekitar 3,4 persen sekarang 1,4 persen," ungkap Faik.

Faik meyakini, pertumbuhan ekonomi akan kian terdongkrak saat Bandara YIA beroperasi penuh pada Maret 2020. Pada tahap awal pengoperasian penuh itu, setidaknya ada 168 penerbangan per hari yang merupakan penerbangan yang dipindahkan dari Bandara Adisutjipto.

"Saya yakin makin besar setelah nanti dioperasikan di akhir Maret tanggal 29 . Ada sekitar 168 penerbangan Adisucipto akan kita pindahkan. Nanti juga ada tambahan penerbangan internasional karena runway nya luar biasa 3250 meter sehingga pesawat yang terberat dan terbesar akan landing langsung. Harapannya tentu saja akan membawa turis dalam jumlah besar," sebut Faik.

 



Sumber: BeritaSatu.com