Dukung Pembiayaan UMKM, OVO Kenalkan DanaTara

Dukung Pembiayaan UMKM, OVO Kenalkan DanaTara
Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Direktur Eksekutif Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital OJK berdiskusi mengenai dukungan teknologi finansial untuk revitalisasi UMKM, serta sinergi antara pelaku industri dan regulator untuk menciptakan ekosistem pembayaran digital yang berkelanjutan. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Minggu, 15 Desember 2019 | 21:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - OVO sebagai platform pembayaran dan layanan keuangan digital terdepan di Indonesia, memperkenalkan inovasi pembiayaan DanaTara yang dirancang untuk pelaku UMKM. Layanan keuangan ini bertujuan untuk memperluas akses bagi usaha mikro kecil serta menengah dalam mengembangkan potensi bisnis.

Lippo Group Gandeng Mitra untuk Besarkan OVO

Berdasarkan data BPS, kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia telah mencapai 60 persen, serta menyerap 97,22 persen tenaga kerja secara nasional. Namun, kurang dari 15 persen UMKM memiliki akses terhadap produk pembiayaan. Rendahnya penetrasi pembiayaan dipengaruhi oleh keterbatasan akses terhadap layanan keuangan serta literasi keuangan yang belum merata.

Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra, mengatakan, OVO memperkenalkan DanaTara sebagai solusi pengembangan usaha, pengelolaan arus kas dan tambahan modal usaha bagi pelaku UMKM Indonesia.

"Solusi ini mendukung kebutuhan UMKM untuk memperoleh pembiayaan modal usaha, dengan cara yang jauh lebih mudah dan sederhana. Sebelumnya, DanaTara telah tersedia bagi pegiat UMKM yang tergabung dalam platform e-commerce seperti Tokopedia, Lazada, Shopee dan BukaLapak," ujar Karaniya dalam keterangan persnya yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Minggu (15/12/2019).

OVO Terus Berinovasi Tingkatkan Pangsa Pasar

DanaTara memberikan pelaku UMKM akses pembiayaan sampai Rp 500 juta, dengan status pengajuan yang diproses dalam 2-5 hari kerja dan tenor sampai dengan 12 bulan. Sejak diluncurkan di tahun 2017, saat ini telah ada 450.000 pegiat UMKM telah tergabung dalam ekosistem OVO, sejalan dengan meningkatnya transaksi uang elektronik sebesar 200 persen hingga bulan Juli 2019.

Terus meningkatnya adopsi pembayaran digital menjadi prospek pasar yang sepatutnya dapat menjadi momentum pendorong tumbuhnya UMKM nasional. Ketanggapan pemerintah dalam menghadirkan stimulus bagi UMKM pun terus meningkat. Sejak dicanangkan pada bulan Agustus 2019, inovasi QRIS dari Bank Indonesia dipandang sebagai langkah besar terciptanya ekosistem keuangan digital nasional yang inklusif.

"Sebagai pelaku industri financial technology (fintech), OVO mengemban tanggung jawab untuk mempercepat inklusi keuangan melalui layanan yang aman dan merangkul masyarakat, termasuk pelaku UMKM. Saat ini, OVO sedang melaksanakan implementasi QRIS sesuai arahan Bank Indonesia, dan kami percaya bahwa inovasi sistem pembayaran merupakan langkah awal pemanfaatan teknologi bagi perkembangan UMKM," kata Karaniya.



Sumber: BeritaSatu.com