Cegah Flu Babi, Malaysia Larang Produk Daging Babi Indonesia

Cegah Flu Babi, Malaysia Larang Produk Daging Babi Indonesia
Kematian babi di Sumatera Utara akibat "hog cholera". ( Foto: ANTARA )
Heriyanto / HS Senin, 16 Desember 2019 | 08:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Untuk mencegah wabah flu (demam) babi (Afrika African Swine Fever/ASF), Pemerintah Malaysia telah melarang impor produk daging babi dari Indonesia.

Wakil Menteri Pertanian Malaysia Sim Tze Tzin, Minggu (15/12), mengatakan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk melindungi keamanan (bio-security) setelah Indonesia bersama 10 negara lainnya dipastikan terkena ASF.

“Penyakit ini telah dilaporkan di 11 negara termasuk Indonesia, dan kami telah mengambil langkah untuk melarang semua produk terkait daging babi dari negara yang terinfeksi," katanya seperti ditulis Malaymail.com.

Baca : FAO Deklarasikan Indonesia Terserang Wabah ASF

Untuk itu, dia mendesak warga Malaysia agar waspada dalam perang melawan wabah dan menahan diri untuk tidak membeli produk-produk terkait daging babi.
"Kami juga akan meningkatkan penegakan hukum untuk memastikan bahwa operator restoran dan pengecer tidak menyelundupkan produk terlarang," tegasnya.

Bulan lalu, Malaysia melarang impor produk berbasis daging babi dan babi dari 10 negara karena wabah ASF. Pada Kamis (12/12) lalu, FAO telah menyatakan Indonesia terkena wabah ASF, khususnya di Sumatera Utara.

Selain Indonesia, negara-negara lain yang sudah dilaporkan terkena wabah itu sejak Agustus 2018 adalah Mongolia, Korea Utara, Korea Selatan, China, Filipina, Vietnam, Laos, Kamboja, Myanmar, dan Timor-Leste.