LinkAja Incar Sumber Pendanaan dari Swasta


LinkAja Incar Sumber Pendanaan dari Swasta
Direktur Keuangan LinkAja, Ikhsan Ramdan ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Herman / FER Selasa, 17 Desember 2019 | 20:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) sebagai penerbit uang elektronik LinkAja baru saja menunjuk Ikhsan Ramdan sebagai Direktur Keuangan LinkAja.

2020, LinkAja Hadirkan Produk Syariah

Kehadiran Ikhsan ini sejalan dengan rencana bisnis LinkAja yang mulai melakukan fundraising untuk mengembangkan bisnisnya yang sedang dalam tahap berkembang.

"Kami masih tahap growth, pastinya butuh injeksi modal. Selama ini modal kami berasal dari BUMN. Ke depan, kami mencoba untuk membuka diri kepada pihak swasta melalui berbagai bentuk, mulai dari partnership, capital injection, kita open sesuai arahan stakeholders,” kata Ikhsan Ramdan, di acara media gathering yang digelar di kantor LinkAja di Energi Building, Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Seperti diketahui, shareholders dari LinkAja yang ada sekarang adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu Telkom Group, Bank Mandiri, BRI, BNI, Pertamina, Jiwasraya, dan Danareksa. Melalui fundraising ini, LinkAja akan membuka pintu bagi pihak swasta untuk ikut berinvestasi.

LinkAja Layani Pembayaran BPJamsostek

Sebagai alat pembayaran elektronik nasional yang mulai beroperasi sejak Februari 2019, LinkAja telah mengalami perkembangan yang signifikan.

Direktur utama LinkAja, Danu Wicaksana menyampaikan, saat ini jumlah pengguna terdaftar LinkAja telah mencapai lebih dari 40 juta.

Berbeda dengan layanan pembayaran uang elektronik lainnya, 82 persen pengguna LinkAja tersebar di luar Jakarta, dengan 52 persen pengguna berada di luar Jawa seperti kota-kota Sumatera bagian utara, Sumatera bagian tengah, dan Sulawesi.

LinkAja juga semakin gencar melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, baik Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, hingga berbagai perusahaan swasta.

"Tujuan kami untuk mengedukasi masyarakat di seluruh daerah di Indonesia mengenai pentingnya bertransaksi secara digital, pelan tapi pasti semakin terwujud berkat adanya kerja sama dengan berbagai pihak lintas sektor,” kata Danu Wicaksana.

Pada akhir 2019, lanjut Danu, LinkAja juga terus memperluas layanannya dan bisa digunakan di berbagai moda transportasi publik, mulai dari KRL Jabodetabek, GoJek, kereta api KAI antar kota, bus Damri, taksi Bluebird, Railink, Garuda/Citilink, dan berbagai transportasi lokal seperti Trans Lampung, Trans Semarang, dan sebagainya.

Saat ini, LinkAja sudah diterima di lebih dari 250.000 merchant, 380 e-Commerce, 2.500 SPBU, dan lebih dari 1 juta titik cash in.



Sumber: BeritaSatu.com