2020, Bank Jatim Perbesar Nasabah Milenial

2020, Bank Jatim Perbesar Nasabah Milenial
Pgs. Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk Ferdian Timur Satyagraha saat memapaparkan JatimPay di sela acara Media Gathering Bank Jatim di Surabaya, Sabtu (28/12/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Amrozi Amenan / WBP Minggu, 29 Desember 2019 | 07:08 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) pada 2020 menargetkan jumlah nasabah milenial lebih besar dari saat ini sebanyak 20 persen dari 5 juta nasabah. Untuk itu, bank yang berkantor pusat di Surabaya ini di pengujung 2019 telah menyiapkan berbagai inovasi produk dan layanan digital yang akan diluncurkan di awal 2020.

Pgs. Direktur Utama Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha menuturkan, salah satu inovasi itu adalah JatimPay yang merupakan fasilitas sistem pembayaran atau uang elekronik (server based) yang telah mendapatkan lisensi penyelenggara uang elektronik dari Bank Indonesia. Layanan digital ini diharapkan akan memberikan kemudahan transaksi pembayaran atau pembelian pada berbagai jenis layanan melalui jaringan luas dan terpercaya seperti untuk pembelian pulsa, pembayaran PLN dan lainnya.

JatimPay merupakan pengembangan aplikasi Jatimcode berbasis QR code yang telah menggaet nasabah Bank Jatim terutama dari kalangan milenial. Selain itu, Jatimcode telah mengandeng 8.000 merchant yang tersebar di Jawa Timur, Jakarta dan Batam. Sejak tiga bulan diluncurkan pada Maret 2019, JatimCode mampu mencatat transaksi sebesar Rp 1,9 miliar.

Berbeda dengan Jatimcode, pengguna JatimPay tidak harus menggunakan akses nasabah Bank Jatim dan bisa mengunduh layanan ini melalui aplikasi Playstore. Namun demikian, diharapkan layanan ini bisa mendongkrak jumlah nasabah Bank Jatim terutama dari kalangan milenial yang saat ini jumlahnya di kisaran 10-20 persen dari total 5 juta nasabah Bank Jatim. Dari jumlah itu kebanyakan adalah dari unsur aparat sipil negara (ASN).

“Kami ingin nasabah milenial ini lebih banyak lagi dan lebih luas lagi dengan fitur-fitur yang sesuai dengan gaya hidup mereka serta memudahkan layanan untuk mereka. Saat ini, sudah ada enam merchant yang siap bekerjasama untuk layanan JatimPay yang akan kita luncurkan bersama OJK dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi besok Senin. Tentunya akan lebih banyak lagi merchant yang bergabung dengan JatimPay ini,” terang Ferdian Timur Satyagraha.

Selain JatimPay, Bank Jatim juga menyiapkan dua inovasi lainnya, yakni rekening bank online dan kredit online. “Tiga inovasi inilah yang telah kita siapkan di akhir 2019 ini dan kita akan luncurkan di awal 2020 nanti,” tandasnya Ferdian Timur Satyagraha.

Dijelaskan, dengan inovasi produk dan layanan digital tersebut Bank Jatim ingin mempertahankan capaian pertumbuhan diatas pertumbuhan industri di tahun 2020 sebagaimana yang dicapainya di tahun 2019. “Posisi terakhir kita pertumbuhan mencapai 15 persen atau di atas pertumbuhan industri yang hanya di kisaran 7 persen sampai 8 persen untuk kredit,” jelas Ferdian Timur Satyagraha.

Ferian menambahkan, sampai dengan triwulan III 2019, aset bankjatim tercatat 72,13 triliun atau tumbuh 13,72 persen serta membukukan laba bersih sebesar 1,14 triliun atau tumbuh sebesar 7,61 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Selama triwulan III Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan 15,84 persen dibandingkan peridoe sama tahun lalu. Yaitu sebesar Rp 61,21 triliun. Dari sisi pembiayaan, Bank Jatim juga mampu mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 37,73 triliun atau tumbuh 14,07 persen.

Kinerja positif Bank Jatim juga tercermin dari komposisi rasio keuangan lainnya, yakni Return on Equity (ROE) sebesar 19,98 persen, Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,20 persen, dan Return On Asset (ROA) 3,18 persen. Sedangkan biaya operasional dibanding pendapatan operasional (BOPO) masih tetap terjaga di angka 66,54 persen.



Sumber: Investor Daily