Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Konsumsi Domestik dan Ekspor Harus Sama-Sama Digenjot

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Konsumsi Domestik dan Ekspor Harus Sama-Sama Digenjot
Ilustrasi ekspor. ( Foto: Antara )
Herman / FMB Minggu, 29 Desember 2019 | 20:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pengamat ekonomi politik, Fachry Ali meminta pemerintah untuk tidak hanya fokus kepada sektor konsumsi domestik sebagai pilar utama pendukung pertumbuhan ekonomi. Kinerja ekspor menurutnya juga harus terus digenjot, meskipun di tengah kondisi perekonomian global yang sedang melemah. Menurut Fachry, baik konsumsi domestik maupun ekspor harus sama-sama mendapat prioritas.

“Antara konsumsi domestik dan ekspor, keduanya saling terkait. Memang benar bahwa kita bisa memproduksi barang dan jasa yang diorientaskan kepada pasar domestik. Apalagi pasar kita cukup besar. Tetapi pada saat yang sama, setiap ada produksi, terutama produksi barang, di situ juga ada kandungan impornya karena memang untuk beberapa bahan baku tidak bisa kita produksi sendir,” kata Fachry Ali di acara diskusi Suropati Syndicate, di kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (29/12/2019).

Untuk bisa melakukan impor, lanjut Fachry, cadangan devisanya juga harus cukup. Karenanya, diperlukan ekspor untuk memperkuat cadangan devisa. “Kalau tidak melakukan ekspor, devisa kita akan habis, yang akhirnya mengakibatkan inflasi yang diakibatkan oleh impor itu sendiri,” imbuhnya.

Menurut Fachry, pengembangan industri substitusi barang impor dan juga hilirisasi industri wajib dilakukan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Melalui hilirisasi industri, komoditas yang diekspor nantinya tidak lagi berupa bahan baku, tetapi sudah dalam bentuk produk turunan atau barang jadi, sehingga harganya tidak ikut terpengaruh gejolak ekonomi global. Selain itu, Indonesia menurutnya juga perlu masuk ke negara-negara baru tujuan ekspor.

“Yang juga sangat penting, upaya pemberantasan korupsi tidak boleh kendur. Ini juga sangat memengaruhi kinerja pertumbuhan ekonomi kita,” tegas Fachry.



Sumber: BeritaSatu.com