Tertinggi di ASEAN, 55 Perusahaan IPO di BEI Sepanjang 2019

Tertinggi di ASEAN, 55 Perusahaan IPO di BEI Sepanjang 2019
Ilustrasi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 30 Desember 2019 | 14:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Sepanjang 2019 terdapat 55 perusahaan yang melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offring/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau tertinggi di antara bursa-bursa di kawasan Asia Tenggara dan peringkat tujuh di dunia.

"Atas pencapaian tersebut, total jumlah perusahaan tercatat saham di BEI di pengujung tahun 2019 mencapai 668 perusahaan," kata Direktur Utama BEI Inarno Djajadi dalam keterangan yang diterima Senin (30/12/2019).

Selanjutnya, aktivitas pencatatan efek di BEI di tahun 2019 diikuti 14 pencatatan Exchange Traded Fund (ETF) baru, dua Efek Beragun Aset (EBA), dua obligasi korporasi baru (diterbitkan perusahaan yang baru pertama kali mencatatkan efeknya di bursa), dua Dana Investasi Real Estate Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (DIRE-KIK) dan satu Dana Investasi Infrastruktur Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (DINFRA). "Dengan demikian, terdapat 76 pencatatan efek baru di BEI sepanjang tahun 2019, atau melebihi dari target 75 pencatatan efek baru yang direncanakan," kata Inarno Djajadi.

Diketahui, penutupan perdagangan saham tahun 2019 dilakukan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto yang mewakili Presiden Joko Widodo di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (30/12). Turut hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani dan jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju, Wakil Ketua dan Anggota Dewan Komisioner OJK, Ketua dan Pimpinan Komisi XI DPR, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, Gubernur DKI Jakarta, Komisaris dan Direksi SRO, serta pelaku industri jasa keuangan.

Sementara dalam rangka meningkatkan pendalaman pasar modal dan perlindungan investor, BEI bersama dengan OJK dan SRO, telah meluncurkan serangkaian inisiatif strategis meliputi, kemudahan akses penggalangan dana bagi perusahaan kecil dan menengah yang ditandai dengan peluncuran Papan Akselerasi, efisiensi mekanisme pelaporan perusahaan tercatat melalui integrasi sistem pelaporan IDXNet-SPE OJK, efisiensi proses go public melalui implementasi e-Registration Tahap 1. Adapun aktivitas peningkatan literasi, inklusi, dan aktivasi di pasar podal kepada masyarakat sebanyak 6.964 kali kegiatan, yang turut didukung 30 Kantor Perwakilan BEI dan 464 Galeri Investasi di seluruh Indonesia.

Penghargaan yang telah diterima BEI pada tahun 2019 yaitu Best Companies to Work For in Asia dari HR ASIA dan merupakan
penghargaan selama tiga tahun berturut-turut yang diterima oleh BEI. Penghargaan ini, merupakan apresiasi kepada BEI dalam hal pengelolaan sumber daya manusianya. BEI secara resmi bergabung ke dalam Sustainable Stock Exchange Initiatives (SSE) sebagai bentuk dukungan dan komitmen terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDG).



Sumber: BeritaSatu.com