OVO Kerja Sama dengan Pegadaian, Seperti Apa Bentuknya?

OVO Kerja Sama dengan Pegadaian, Seperti Apa Bentuknya?
Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto (kiri) dan Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra (kanan) bertukar cendera mata usai acara penandatanganan kerja sama antara OVO dan Pegadaian, di Jakarta, Rabu (8/1/2020) ( Foto: Herman / Herman )
Herman / MPA Rabu, 8 Januari 2020 | 19:26 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Sebagai platform pembayaran dan layanan keuangan digital yang menjalankan strategi open platform, OVO terus memperluas kerja sama dengan partner-partner baru yang bisa memberi keuntungan bagi pengguna. Kali ini OVO bekerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) untuk memperluas layanan, sekaligus mendorong pertumbuhan dan pemerataan inklusi keuangan di Indonesia.

Dengan kerja sama ini, nasabah Pegadaian dapat melakukan transaksi keuangan melalui OVO seperti pembayaran, top-up, serta pencairan (disbursement). Kerja sama ini juga akan meliputi program pendaftaran, registrasi, dan upgrade OVO sesuai dengan penerapan prinsip-prinsip KYC (know-your-customer) OVO. Di samping itu kedua belah pihak terbuka untuk menggali potensi kerja sama dan sinergi lainnya untuk semakin meningkatkan layanan bagi nasabah keduanya.

“Kesepakatan antara OVO dan Pegadaian akan semakin meniadakan kesenjangan layanan keuangan berbasis teknologi bagi pengguna, bahkan yang tinggal di wilayah pelosok. Nasabah Pegadaian dan pengguna OVO kini dapat memperoleh pengalaman bertransaksi secara nontunai dengan lebih aman, nyaman dan mudah,” kata Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra di acara penandatanganan kerja sama antara OVO dan Pegadaian, di Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Karaniya menyampaikan, sebagai upaya demokratisasi layanan keuangan digital, OVO secara khusus merangkul masyarakat yang belum tersentuh kemudahan layanan keuangan modern ke dalam ekosistem ekonomi digital, di mana saat ini 28% pengguna OVO termasuk kategori underbanked.

Di tahun 2019, OVO juga mencatat pertumbuhan jumlah nilai transaksi sejumlah 55% dan peningkatan jumlah pengguna aktif bulanan sebesar lebih dari 40%. Berdasaran data terakhir, OVO memproses 1 milar transaksi dalam satu tahun, dengan peningkatan jumlah transaksi lebih dari 70% di 2019.

“Strategi ekosistem terbuka yang dilakukan oleh OVO, secara signifikan mampu memperluas adopsi serta pertumbuhan jumlah merchant, khususnya pengusaha mikro, kecil dan menengah yang sebelumnya tidak tersentuh layanan keuangan modern. Hal ini selaras dengan layanan keuangan Pegadaian dengan fokus pada segmen nasabah yang sama,” ujar Karaniya.

Ditambahkan Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto, kerja sama dengan OVO ini akan mengedukasi lebih banyak masyarakat untuk bertransaksi nontunai. Sinergi ini berpotensi membawa lebih dari 13,4 juta nasabah Pegadaian Persero ke dalam ekosistem OVO. “Kolaborasi ini kunci bagi pelaku industri keuangan seperti kami untuk terus bertumbuh bersama,” kata Kuswiyoto.



Sumber: Suara Pembaruan