BEI Sinyalir Ada 41 Saham Gorengan di Bursa
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (1.05)   |   COMPOSITE 6359.21 (17.55)   |   DBX 1342.2 (24.26)   |   I-GRADE 184.288 (0.11)   |   IDX30 516.126 (0.48)   |   IDX80 138.807 (-0.08)   |   IDXBUMN20 408.536 (-3.29)   |   IDXESGL 142.044 (0.1)   |   IDXG30 145.076 (0.68)   |   IDXHIDIV20 455.222 (0.52)   |   IDXQ30 147.857 (0.41)   |   IDXSMC-COM 298.089 (2.63)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (0.35)   |   IDXV30 136.649 (-0.61)   |   INFOBANK15 1071.96 (2.67)   |   Investor33 444.599 (0.34)   |   ISSI 184.85 (-0.65)   |   JII 633.797 (-1.86)   |   JII70 223.435 (-0.82)   |   KOMPAS100 1241.07 (-1.22)   |   LQ45 967.658 (0.56)   |   MBX 1728.33 (0.25)   |   MNC36 329.04 (0.52)   |   PEFINDO25 326.697 (1.93)   |   SMInfra18 315.108 (-1.3)   |   SRI-KEHATI 378.138 (0.23)   |  

BEI Sinyalir Ada 41 Saham Gorengan di Bursa

Jumat, 10 Januari 2020 | 16:25 WIB
Oleh : FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakui kasus gagal bayar Jiwasraya memang menjadi sentimen negatif di pasar modal namun tidak mempengaruhi minat investor asing. BEI juga mencermati pergerakan 41 saham yang diduga "saham gorengan".

"Terkait Jiwasraya, sentimennya negatif, tapi apa pengaruh terhadap minat investor asing? Tidak pengaruh. Market saham-saham yang disebut 'saham gorengan' beda dengan investor asing yang saham-saham besar seperti di IDX80 atau lebih kecil lagi LQ45 atau IDX30," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Laksono Widodo saat temu media di Jakarta, Jumat.

Presiden: Bersihkan Bursa dan Kembalikan Kepercayaan Investor

Menurut Laksono, investor asing lebih mencermati dinamika global seperti konflik di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran baru-baru ini.

"Mereka sentimen apa yang terjadi sekarang, ada ketegangan dunia di Timur Tengah antara AS dan Iran. Mereka sensitif dengan berita ekonomi dan politik Indonesia. Tapi berita politik sudah biasa dinamika politik dan sekarang tidak jadi fokus, lebih ke ekonomi domestik dan risiko global," ujar Laksono.

Ia menuturkan saham-saham "gorengan" atau yang tidak sesuai antara performa dan fundamental. Kontribusinya secara volume transaksi saham besar, namun secara nilai relatif kecil, persentasenya yaitu 8,3 persen dari total nilai transaksi tahun lalu.

"Itu full year kumulatif selama 2019, ada 41 saham volume transaksinya besar karena recehan nilainya," kata Laksono.

Ini 4 Fokus Kebijakan Pasar Modal di 2020

Kendati demikian, Laksono menolak untuk menyebutkan secara detail 41 saham tersebut karena masih belum terbukti apakah saham-saham tersebut benar "digoreng".

"Sebanyak 41 tadi kan namanya diduga, saya tidak akan sebutkan namanya. Cuma kita pengen tahu sebagai bagian market surveillance, ada emiten yang pergerakan sahamnya tidak sesuai fundamental. Belum tentu semuanya benar digoreng apa tidak karena ada azas praduga tak bersalah," ujar Laksono.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rupiah Ditutup Menguat 82 Poin Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 13.745 Rp 13.854 per dolar AS.

EKONOMI | 10 Januari 2020

IPCM Dipercaya Layani Pemanduan Kapal di Patimban

Pelabuhan Patimban dipersiapkan sebagai pintu gerbang ekspor otomotif Indonesia.

EKONOMI | 10 Januari 2020

BI: Dampak Konflik AS-Iran terhadap Ekonomi RI Terbatas

Hingga Jumat (10/1/2020), rupiah menguat 0,3 persen menjadi Rp 13.813 per dolar AS dari Rp13.854 per dolar AS.

EKONOMI | 10 Januari 2020

Akhir Pekan, IHSG Ditutup Naik ke 6.274

Sebanyak 197 saham menguat, 188 saham melemah, dan 157 saham stagnan.

EKONOMI | 10 Januari 2020

Harga Minyak Turun, Bursa Asia dan Eropa Kompak Menguat

Euro Stoxx 50 naik 0,03 persen ke 3.797,18, FTSE naik 0,15 persen ke 7.609,24.

EKONOMI | 10 Januari 2020

Terima Bos Softbank, Jokowi Singgung Ibu Kota Baru

Softbank menyampaikan ketertarikannya atas potensi kerja sama yang bisa dilakukan.

EKONOMI | 10 Januari 2020

IDFC Tawarkan Investasi Puluhan Miliar Dolar AS ke RI

IDFC dapat memberikan dukungan investasi kepada Indonesia di berbagai sektor seperti infrastruktur.

EKONOMI | 10 Januari 2020

Erick Ingatkan Manipulasi Laporan Keuangan BUMN Tindak Kriminal

Mekanisme penerbitan utang baru tersebut tidak menggunakan bank, namun melalui penerbitan surat utang karena lebih mudah.

EKONOMI | 10 Januari 2020

Fokus di Pulau Jawa, Bricon Bidik Pertumbuhan Penjualan Dua Kali Lipat

Memperluas distribusi dan menjaga kualitas produk merupakan upaya yang harus terus dilakukan dalam meningkatkan penjualan di tengah ketatnya persaingan.

EKONOMI | 10 Januari 2020

Siang Ini, Rupiah Menguat Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 13.745-Rp 13.854 per dolar AS.

EKONOMI | 10 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS