AP II Jamin Bandara Soetta Bisa Menampung 114 Pergerakan Pesawat

AP II Jamin Bandara Soetta Bisa Menampung 114 Pergerakan Pesawat
Budi Karya Sumadi saat mengunjungi Jakarta Air Traffic Service Center di Bandara Soekarno Hatta untuk melihat proses lepas landas dan mendarat pesawat di Runway (Landasan Pacu) 3, Minggu, 8 September 2019. ( Foto: Istimewa )
Thresa Sandra Desfika / FER Senin, 13 Januari 2020 | 18:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) menjamin kapasitas Bandara Internasional Soekarno-Hatta bisa menampung 114 pergerakan pesawat per jam dengan pembangunan fasilitas tambahan untuk landasan pacu atau runway 3.

Landasan Ketiga Bandara Soetta Mulai Dioperasikan Maksimal

Sejauh ini, runway 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta sudah melayani 864 pergerakan pesawat selama periode 20 Desember 2019 - 6 Januari 2020. Jumlah tersebut terbagi atas 587 pergerakan penerbangan domestik dan 277 pergerakan penerbangan internasional.

VP of Corporate Communication AP II, Yado Yarismano mengungkapkan, AP II telah memiliki rencana membangun tambahan fasilitas untuk runway 3 agar pergerakan di sisi udara semakin optimal. Adapun runway 3 sudah beroperasi penuh per 20 Desember 2019.

"Dengan tahapan pengembangan yang dilakukan PT Angkasa Pura II dan AirNav Indonesia maka kapasitas penerbangan di Soekarno-Hatta ditargetkan dapat meningkat hingga 114 pergerakan penerbangan per jam," ungkap Yado seperti dikutip dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Senin (13/1/2020).

Bandara Soetta Diprediksi Layani 3,48 Juta Penumpang

AP II selalu berkoordinasi dengan AirNav Indonesia dalam pengaturan sistem lalu lintas udara. Saat ini, AP II tengah melakukan penyempurnaan marking stop bar dari runway 2 ke runway 3.

Yado menjelaskan, runway 3 sudah dioperasikan secara penuh dengan dimensi 3.000 x 60 meter yang bertujuan untuk memperlancar lalu lintas dan meningkatkan kapasitas penerbangan tentunya dengan mengutamakan prinsip keselamatan serta tunduk pada peraturan.

"Pada dasarnya, runway 3 ini sudah direncanakan sejak lama dan sudah melalui tahapan diskusi serta koordinasi dengan seluruh stakeholders serta melalui kajian yang ditetapkan dalam masterplan dan mendapatkan persetujuan regulator," ungkap Yado.

Yado Yarismano mengatakan, kesuksesan pengoperasian runway 3 tidak lepas dari koordinasi yang erat di antara seluruh pemangku kepentingan.

Runway ini sudah beroperasi optimal sejak 20 Desember 2019 dan pembangunannya sendiri menelan dana Rp 6 triliun yang terbagi atas pengerjaan konstruksi Rp 2 triliun serta pembebasan tanah Rp 4 triliun.

"Runway 3 tidak akan sukses beroperasi jika stakeholders tidak berkoordinasi erat dan saling mendukung, kami sangat berterima kasih kepada AirNav Indonesia, maskapai, serta masyarakat atas dukungannya terhadap Bandara Soekarno-Hatta," pungkas Yado.

 



Sumber: BeritaSatu.com