Logo BeritaSatu

Pemerintah Tingkatkan Manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja

Selasa, 14 Januari 2020 | 15:55 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah meningkatkan dan menambah manfaat dari program perlindungan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek).

Peningkatan manfaat itu adalah untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) diberikan kepada pekerja Indonesia tanpa kenaikan iuran.

Peningkatan manfaat tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 tentang perubahan atas PP Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian yang telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 Desember 2019.

“Tentunya manfaat yang akan diterima adalah bagi pekerja yang aktif dalam membayar iuran dan terdaftar sebagai peserta BPJamsostek,” kata Direktur Utama BPJamsostek, Agus Susanto, dalam acara sosialisasi manfaat tambahan JKK dan JKM tersebut di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Agus mengatakan, peningkatan manfaat tersebut di atas diperuntukan sebagai jaring pengaman untuk mencegah risiko sosial ekonomi agar pekerja dan keluarganya mendapatkan perlindungan pada saat terjadi risiko kecelakaan maupun kematian pada saat bekerja.

Sementara Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, yang ikut dalam acara itu, mengatakan, pemerintah terus berusaha meningkatkan perlindungan yang optimal untuk pekerja Indonesia melalui evaluasi peraturan perundang-undangan dan kebijakan.

Ia mengharapkan, dengan manfaat perlindungan ini para pekerja dapat melaksanakan aktivitas bekerja dengan nyaman dan tenang, sehingga akan berdampak pada peningkatan produktivitas dalam dan di luar perusahaan, sejalan dengan visi Presiden Jokowi untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

Agus mengatakan, program JKK yang diselenggarakan BPJamsostek meliputi perlindungan dari risiko kecelakaan kerja bagi pekerja dimulai dari perjalanan berangkat, pulang dan di tempat bekerja serta pada saat melaksanakan perjalanan dinas.

Ia mengatakan, JKK selama ini telah hadir dengan manfaat lengkap, di antaranya perawatan dan pengobatan tanpa batasan biaya sesuai kebutuhan medis, bantuan biaya transportasi korban kecelakaan kerja, santunan pengganti upah selama tidak bekerja, santunan kematian sebesar 48 kali upah, santunan cacat total hingga maksimal sebesar 56x upah, bantuan beasiswa, hingga manfaat pendampingan dan pelatihan untuk persiapan kembali bekerja (return to work).

Menurut Agus, manfaat JKK di atas menjadi semakin baik lagi karena adanya perubahan peningkatan manfaat sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019, antara lain berupa santunan pengganti upah selama tidak bekerja, ditingkatkan nilainya menjadi sebesar 100% untuk 12 bulan dari sebelumnya 6 bulan dan seterusnya sebesar 50% hingga sembuh.

PP Nomor 82 Tahun 2019 juga meningkatkan manfaat biaya transportasi untuk mengangkut korban yang mengalami kecelakaan kerja. Biaya transportasi angkutan darat dinaikan dari Rp 1 juta menjadi maksimal Rp 5 juta, biaya transportasi angkutan laut naik dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta, dan biaya transportasi angkutan udara dinaikan menjadi Rp 10 juta dari sebelumnya Rp 2,5 juta. "Kami memastikan ketahanan dana program JKK dan JKM yang dikelola BPJAMSOSTEK masih sangat cukup untuk menopang manfaat yang baru, sehingga peningkatan manfaat ini dapat dilaksanakan tanpa menaikkan iuran kepesertaan,” jelas Agus.

Beasiswa

Bantuan beasiswa merupakan manfaat program JKK yang mendapatkan kenaikan cukup signifikan dalam PP Nomor 82 Tahun 2019. Sebelumnya, bantuan beasiswa diberikan sebesar Rp 12 juta untuk satu orang anak, saat ini menjadi maksimal sebesar Rp 174 juta untuk dua orang anak. Sehingga kenaikan manfaat beasiswa BPJamsostek tersebut mencapai 1350%.

Agus mengatakan, pendidikan anak lebih terjamin dengan adanya pemberian beasiswa yang diberikan sesuai jenjang pendidikan dengan besaran nominal yang lebih tinggi. "Beasiswa akan diberikan sejak taman kanak-kanak (TK) hingga anak pekerja lulus dari bangku kuliah,” terangnya.

Tingkatan pemberian beasiswa kepada anak pekerja adalah sebagai berikut, pertama, pendidikan TK sampai dengan SD atau sederajat sebesar Rp 1,5 juta per tahun untuk setiap orang, dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 8 tahun.

Kedua, pendidikan SLTP atau sederajat sebesar Rp 2 juta per orang setiap tahun dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 3 tahun. Ketiga, pendidikan SLTA atau sederajat sebesar Rp 3 juta per tahun, dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 3 tahun. Keempat, pendidikan tinggi maksimal Strata 1 atau pelatihan sebesar Rp 12 juta per tahun dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 5 tahun.

Agus mengatakan, pengajuan klaim beasiswa dilakukan setiap tahun, dan bagi anak dari peserta yang belum memasuki usia sekolah sampai dengan sekolah di tingkat dasar, saat peserta meninggal dunia atau cacat total, beasiswa akan diberikan pada saat anak memasuki usia sekolah.

Pemberian beasiswa berakhir pada saat anak peserta mencapai usia 23 tahun, menikah atau bekerja. "Dengan begitu tidak ada lagi anak-anak putus sekolah, akibat orang tuanya meninggal atau cacat total akibat kecelakaan kerja,” tambah Agus.

Tambahan JKK

Agus mengatakan, pemerintah juga menambahkan manfaat JKK dengan perawatan di rumah alias home care melalui PP Nomor 82 Tahun 2019. “Tidak tanggung-tanggung peningkatan biaya home care dapat mencapai maksimal Rp 20 juta per tahun untuk setiap kasus dan diberikan kepada peserta yang tidak memungkinkan melanjutkan pengobatan ke rumah sakit,” kata dia.

PP tersebut juga mengatur pemeriksaan diagnostik, yang dimaksudkan untuk pemeriksaan dalam rangka penyelesaian kasus Penyakit Akibat Kerja (PAK). Hal ini dilakukan untuk memastikan pengobatan dilakukan hingga tuntas.

Tidak hanya program JKK, program JKM juga mengalami peningkatan manfaat yang cukup signifikan. Selama ini manfaat program JKM yang diterima ahli waris terdiri dari santunan kematian yang diberikan secara sekaligus dan berkala selama 24 bulan, bantuan biaya pemakaman dan beasiswa untuk 1 orang anak dengan total manfaat sebesar Rp 24 juta.

Namun, dengan disahkannya peraturan ini total manfaat santunan JKM meningkat sebesar 75% menjadi Rp 42 juta. Hal ini tidak terlepas dari kepedulian pemerintah untuk membantu meringankan beban pekerja atau keluarganya yang ditinggalkan.

Ada pun perincian santunan kematian program JKM naik dari Rp 16,2 juta menjadi Rp 20 juta, santunan berkala meninggal dunia dari Rp 6 juta untuk 24 bulan menjadi Rp 12 juta, dan biaya pemakaman naik dari Rp 3 juta menjadi Rp 10 juta.

Selain manfaat di atas, program JKM juga memberikan bantuan beasiswa dengan perubahan poin-poin yang sama dengan manfaat program JKK, yaitu maksimal mencapai Rp 174 juta untuk dua orang anak.

"Kami berterima kasih kepada Presiden Jokowi dan semua kementerian/lembaga yang telah mendukung peningkatan manfaat program JKK dan JKM. Karena hal ini akan sangat membantu meringankan beban pekerja dan keluarganya yang mengalami risiko kecelakaan kerja dan kematian, serta merupakan bukti nyata kehadiran negara untuk memberikan perlindungan bagi pekerja formal dan informal," pungkas Agus.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Metaverse Berpeluang Jadi Ekonomi Baru Capai US$ 3 Triliun

Metaverse dinilai mampu menjadi ekonomi baru dengan perputaran uang hingga US$ 3 triliun dalam 10 tahun mendatang.

EKONOMI | 19 Mei 2022

Siap IPO, Hoffmen Cleanindo Bidik Dana Segar Rp 56,1 Miliar

PT Hoffmen Cleanindo siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggelar Initial Public Offering (IPO).

EKONOMI | 19 Mei 2022

Program CSR Jangan Hanya Sekedar Bagi-bagi Sumbangan

Dalam menjalankan program CSR, selama ini konotasinya yang terpenting perusahaan telah menyampaikan donasi atau memberikan sumbangan.

EKONOMI | 19 Mei 2022

Bank BJB Gandeng Digidata Mudahkan Layanan Onboarding

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank BJB) melakukan pengembangan inovasi digital melalui kolaborasi dengan Digidata.

EKONOMI | 19 Mei 2022

Presiden Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi mulai 23 Mei 2022 mencabut larangan ekspor minyak goreng.

EKONOMI | 19 Mei 2022

Mantap! Tugu Insurance Tebar Dividen Rp 126,59 Miliar

RUPST PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) menyepakati pembagian dividen sebesar Rp 126,59 miliar.

EKONOMI | 19 Mei 2022

Dukung NZE 2060, MMS Group Indonesia Jalankan EBT

Berbagai inisiatif dilakukan MMS Group Indonesia dalam menerapkan energi baru terbarukan (EBT).

EKONOMI | 19 Mei 2022

Bahas Isu G20, Tempo BNI The Bilateral Forum 2022 Digelar

Tempo BNI Bilateral Forum bahas peran UKM dalam pembangunan ekonomi

EKONOMI | 19 Mei 2022

Jokowi Setujui Tarif Listrik Pelanggan di Atas 3.000 Va Naik

Sri Mulyani Indrawati mengatakan tarif listrik untuk pelanggan dengan daya di atas 3.000 volt ampere (Va) akan mengalami kenaikan.

EKONOMI | 19 Mei 2022

Yuk Simak! Ini Lima Langkah BEI Dukung Implementasi ESG

BEI berkomitmen untuk mendukung penuh implementasi environmental, social and governance (ESG), simak caranya.

EKONOMI | 19 Mei 2022


TAG POPULER

# Lin Che Wei


# UAS


# Cabul


# Atribut Keagamaan


# Tes Covid-19


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Metaverse Berpeluang Jadi Ekonomi Baru Capai US$ 3 Triliun

Metaverse Berpeluang Jadi Ekonomi Baru Capai US$ 3 Triliun

EKONOMI | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings