Jokowi Minta Hipmi Terlibat di Proyek BUMN

Jokowi Minta Hipmi Terlibat di Proyek BUMN
Joko Widodo. ( Foto: Antara / Aditya Pradana Putra )
Novy Lumanauw / FER Rabu, 15 Januari 2020 | 15:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pengusaha tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) terlibat dalam pengerjaan proyek-proyek Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hipmi Minta Pemerintah Tuntaskan Monopoli Maskapai

Setiap tahunnya, total nilai proyek di BUMN mencapai Rp 2.400 triliun, dibandingkan APBN yang hanya berkisar Rp 2.200 triliun.

"Sebetulnya dari dulu sudah saya ingatkan itu. Tetapi sekarang mestinya akan lebih jelas, karena yang memegang kementerian BUMN adalah berasal dari keluarga besar Hipmi,” kata Presiden Jokowi saat berpidato pada Pelantikan Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI masa bakti 2019-2022 di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Jokowi mengatakan, dari nilai proyek Rp 2.400 triliun ada peluang untuk menumbuhkan jumlah dan menaikkan kelas pengusaha, dari pengusaha kecil menjadi pengusaha menengah. Demikian juga, dari pengusaha menengah menjadi pengusaha besar.

BKPM Gandeng Kejaksaan Agung Jaga Iklim Investasi

"Saya sudah titip. Tanyakan nanti kepada Pak Erick Thohir, apakah titipan itu. Sudah saya berikan. Perintahnya sudah saya berikan atau belum. Kalau ingin konfirmasi silakan ditanyakan langsung. Ada Rp 2.400 triliun,” kata Jokowi.

Jokowi mengungkapkan, keterlibatan swasta sangat diperlukan dalam pengerjaan proyek-proyek BUMN. Ditambah lagi, lanjutnya, mantan Ketum Umum BPP Hipmi saat ini telah menjadi Kepala BKPM, yang memegang portofolio investasi sekitar Rp 800 triliun hingga Rp 900 triliun.

"Jangan sampai pekerjaan-pekerjaan yang ada dikerjakan oleh anak perusahaan BUMN, cucu BUMN. Tapi dikerjakan oleh swasta, terutama dari pengusaha yang terhimpun dalam Hipmi. Berikan peluang kepada mereka," tegas Jokowi.

 



Sumber: Investor Daily