Defisit Perdagangan 2019 Menyusut Jadi US$ 3,20 Miliar
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Defisit Perdagangan 2019 Menyusut Jadi US$ 3,20 Miliar

Rabu, 15 Januari 2020 | 15:49 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2019 kembali mengalami defisit sebesar US$ 3,20 miliar, di mana nilai ekspor mencapai US$ 167,5 miliar dan impor U$ 170,7 miliar.

Dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS), defisit neraca perdagangan 2019 masih disumbang sektor minyak dan gas (migas) yang mencapai US$ 9,34 miliar. Sementara sektor nonmigas surplus US$ 6,15 miliar.

Kepala BPS, Suhariyanto memaparkan, dibandingkan 2018, defisit neraca perdagangan sepanjang 2019 tercatat mulai mengecil, di mana sebelumnya mencapai U$ 8,7 miliar dengan nilai ekspor US$ 180 miliar dan impor US$ 188,7 miliar. Defisit tersebut disumbang sektor migas US$ 12,69 miliar, sementara nonmigas surplus US$ 3,99 miliar.

“Sepanjang 2019, nilai ekspor Indonesia turun 6,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ekspor sektor pertanian merupakan satu-satunya sektor yang tumbuh sebesar 5,31 persen, meskipun kontribusinya terhadap keseluruhan ekspor masih kecil sebesar 2,16 persen. Sebaliknya, ekspor industri pengolahan serta sektor tambang dan lainnya mengalami penurunan masing-masing sebesar 2,73 persen dan 15,30 persen. Sedangkan ekspor sektor migas turun 27 persen,” kata Suhariyanto, di gedung BPS, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Omnibus Law Berpotensi Tingkatkan Defisit Perdagangan

Selama 2019, lanjut Suhariyanto, pangsa pasar ekspor nonmigas Indonesia juga tidak banyak berubah. Utamanya tertuju ke Tiongkok sebesar US$ 25,85 miliar (16,68 persen), disusul Amerika Serikat US$ 17,68 miliar (11,41 persen), dan Jepang US$ 13,75 miliar (8,87 persen). Untuk ekspor ke ASEAN, kontribusinya sebesar 23 persen, sedangkan ke Uni Eropa 9,24 persen.

BPS Catat Neraca Perdagangan RI Defisit US$28,2 Juta

Sementara nilai impor Indonesia sepanjang 2019 mencapai U$ 170,7 miliar atau turun 9,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 4,51 persen, 11,7 persen, dan 5,13 persen. Adapun peran golongan bahan baku/penolong dari total impor 2019 sebesar 73,75 persen.

Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari−Desember 2019 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$ 44,58 miliar (29,95 persen), Jepang US$ 15,59 miliar (10,47 persen), dan Thailand US$ 9,41 miliar (6,32 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$ 29.291,9 (19,68 persen), sementara dari Uni Eropa US$ 12.344,5 (8,29 persen).

Ditambahkan Suhariyanto, neraca perdagangan Indonesia dengan beberapa negara sepanjang 2019 sebenarnya masih mengalami surplus, antara lain ke Amerika Serikat yang mencapai US$ 9,58 miliar, India US$ 7,58 miliar, dan Belanda US$ 2,20 miliar. Sedangkan yang mengalami defisit antara lain ke Australia sebesar US$ 2,56 miliar, Thailand US$ 3,95 miliar, serta Tiongkok US$ 18,72 miliar. Namun defisit neraca perdagangan ke Tiongkok ini masih lebih rendah dibandingkan 2018 yang mencapai US$ 20,84 miliar.

Terkait turunnya defisit perdagangan 2019 dibandingkan tahun sebelumnya, Ekonom Center of Reform on Econimics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet mengatakan hal ini bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu karena ekspor yang meningkat, atau impor yang menurun. “Jika kita lihat dari rilis neraca perdagangan 2019, penurunan defisit lebih banyak disebabkan oleh penurunan impor yang lebih besar dibandingkan kenaikan ekspor,” kata Yusuf Rendy kepada SP, Rabu (15/1/2020).

Menurut Rendy, penurunan impor ini perlu diwaspadai karena impor Indonesia mayoritasnya diperuntukkan untuk bahan baku/pembantu untuk industri. Hal ini menurutnya juga sejalan dengan indikator lain yaitu Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang sejak Juli berada di bawah level ekspansi (indeksnya di bawah 50).

“Untuk 2020, tren pengecilan defisit perdagang bisa berlanjut, seriing dengan potensi membaiknya ekspor produk unggulan Indonesia seperti minyak sawit, didorong oleh permintaan dan harga yang membaik. Meski demikian, impor juga akan meningkat seiring dengan potensi masuknya investasi, yang akan mendorong impor bahan modal dan bahan baku. Jadi untuk 2020 penurunan defisitnya sifatnya marginal,” kata Yusuf Rendy Manilet.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Pelabuhan Merak - Bakauheni Jadi Pilot Project Penyediaan Tempat Promosi dan Pengembangan UMKM

Kementerian dan lembaga wajib sediakan tempat promosi dan pengembangan UKM paling sedikit 30% total luas lahan area komersial.

EKONOMI | 16 September 2021

Luncurkan Program Kejar, Karier.mu Dukung Masyarakat Asah Potensi

Karier.mu meluncurkan program Kejar guna mendukung masyarakat pemegang Kartu Prakerja menyalurkan potensi untuk mencapai impian.

EKONOMI | 16 September 2021


Masih Mendominasi, Ekspor Industri Pengolahan Tembus US$ 111 Miliar

Industri pengolahan catatkan nilai ekspor sebesar US$111 miliar sepanjang Januari-Agustus 2021, meningkat 34,12% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.

EKONOMI | 16 September 2021

Perkuat Jaringan Bisnis Koperasi Nasional, Dekopin Gandeng Ditjen Dukcapil dan Peruri

Dekopin gandeng Ditjen Dukcapil dan Peruri untuk mempercepat dan memperluas penetrasi digitalisasi koperasi di Indonesia.

EKONOMI | 16 September 2021

Gandeng Visa, CIMB Bidik Nasabah Kartu Kredit Syariah Menengah Atas

Visa berkolaborasi dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) membidik nasabah kartu kredit (KK) syariah segmen menengah atas.

EKONOMI | 16 September 2021

Menkop dan UKM Dorong Kepatuhan Wajib Pajak UMKM

Pertumbuhan wajib pajak UMKM mengalami peningkatan sejak diberlakukannya PP Nomor 23 Tahun 2018.

EKONOMI | 16 September 2021

Didukung, Gebrakan Olly Dondokambey Pacu Sektor Pertanian dan Perikanan

Gebrakan Olly Dondokambey membangun sektor pertanian dan perikanan mendapat dukungan.

EKONOMI | 16 September 2021

Juni 2021, Okupansi Hunian TOD Adhi Commuter Properti Tembus 3.500 Unit

Adhi Commuter Properti menyampaikan total keterisian hunian TOD hingga Juni 2021 telah mencapai 55% atau setara 3.500 unit dari 12 proyek yang dikembangkan.

EKONOMI | 16 September 2021

Transaksi Timah Bursa Berjangka Jakarta Akhir Agustus Capai Rp 538 M

Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) mencatat nilai transaksi lebih dari Rp 538 miliar dari periode Maret dan Agustus 2021.

EKONOMI | 16 September 2021


TAG POPULER

# KKB


# Trending Topic


# Update Covid-19


# Vaksin Nusantara


# Erick Thohir



TERKINI
Medali Juara Liga Champions dan Piala Super Reece James Digondol Maling

Medali Juara Liga Champions dan Piala Super Reece James Digondol Maling

BOLA | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings