Gandeng Siloam, Prudential Edukasi Pelindungan Penyakit Kritis

Gandeng Siloam, Prudential Edukasi Pelindungan Penyakit Kritis
Dokter Rumah Sakit Siloam Hospitals Surabaya dr Chandra Wijaya, Head of Product Development Prudential Indonesia Himawan Purnama dan President Director Prudential Indonesia Jens Reisch pada acara sosialisasi PRUTop dan PRUTop Syariah di Surabaya, Rabu (15/1/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Amrozi Amenan / FER Kamis, 16 Januari 2020 | 16:19 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) melakukan edukasi kepada masyarakat di Jawa Timur (Jatim) tentang perlindungan dari penyakit kritis sekaligus memperkenalkan dua produk barunya, yakni PRUTotal Critical Protection (PRUTop) dan PRUTotal Critical Protection Syariah (PRUTop Syariah). Produk tersebut diyakini berpeluang menjadi solusi atas tingginya angka pertumbuhan penyakit kritis di Jatim yang berada diatas rata-rata nasional.

President Director Prudential Indonesia, Jens Reisch, mengatakan dua produk yang diperkenalkan kepada masyarakat di Jatim itu, yakni PRUTop dan PRUTop Syariah, merupakan produk pelengkap asuransi tambahan yang memberikakan perlindungan secara total tanpa ada batasan jumlah maupun jenis penyakit kritis.

"Jatim merupakan wilayah penting bagi perkembangan Prundential di Indonesia selama hampir 25 tahun. Karena itu, kami ingin inovasi dua produk kami ini juga bisa dinikmati masyarakat di Jatim yang kebutuhan kesehatannya terus berkembang secara dinamis," ujar Jens Reisch, di sela pengenalan PRUTop dan PRUTop Syariah di Surabaya, Rabu (15/1/2020).

Dokter Rumah Sakit Siloam Hospitals Surabaya, dr Chandra Wijaya menyebutkan, prevalensi beberapa Penyakit Tidak Menular (PTM) di Jatim berada di atas rata-rata nasional. Seperti penyakit stroke yang mencapai angka 12,4 persen dari rata-rata nasional 10,9 persen dan kanker 2,17 persen dari rata-rata nasional 1,79 persen. Tak hanya itu, penyakit diabetes melitus di wilayah Jatim juga masih tinggi yaitu 2 persen dari rata-rata nasional 1,5 persen dan Surabaya merupakan kota dengan prevelansi yang cukup tinggi di Jatim untuk kasus ini yang melebihi 3 persen.

"Penyakit kritis dapat menyerang siapa saja, kapan saja sehingga sebaiknya masyarakat tidak terpaku menghindari hanya suatu penyakit tertentu. Berbagai permasalahan kesehatan dapat terus bertambah akibat banyak faktor, seperti lifestyle, globalisasi hingga perubahan iklim. Mereka juga perlu mengantisipasi ancaman penyakit kritis ini dengan mengubah gaya hidup mereka dan Iebih menyadari mahalnya kesehatan. Penyakit kritis dapat berimplikasi pada aspek psikologis, sosial hingga finasial yang dapat menggoyahkan stabilitas ekonomi dan masa depan keluarga,” kata Chandra.

Sementara itu, Head of Product Development Prudential Indonesia Himawan Purnama menambahkan asuransi kondisi kritis saat ini masih terbatas pada diagnosis jenis penyakit. Kehadiran PRUTop dan PRUTop Syariah fokus pada perawatan, tindakan, atau ketidakmampuan permanen yang terjadi akibat kondisi kritis.

"Kedua produk ini mampu melindungi kesehatan dan finansial masyarakat Indonesia secara menyeluruh dan memastikan mereka hidup lebih tenang," kata Himwan.

Sebagai asuransi tambahan pelengkap, masyarakat yang berusia 6 sampai 65 tahun dapat menikmati perlindungan ganda jangka panjang secara total ini hanya dengan menambahkan paket PRUTop dan PRUTop Syariah dengan Asuransi Tambahan PRUCrisis Cover Benefit Plus 61 (Syariah) yang memberikan perlindungan kondisi kritis tahap akhir atau paket PRUTop dan PRUTop Syariah dengan Asuransi Tambahan PRUEarIy Stage Crisis CoverPlus (Syariah) yang memberikan periindungan kondis kritis sejak tahap awal.

"Melalui dua produk ini kami ingin memberikan edukasi seluas-luasnya tentang perlindungan kesehatan dan keuangan kepada masyarakat di Jatim sebagai bagian dari 2 juta nasabah dan 3 juta pemegang polis kami di Indonesia,” pungkas Himawan.



Sumber: Investor Daily