Diminati Investor Global, Surat Utang BTN Alami Kelebihan Permintaan 12,3 Kali

Diminati Investor Global, Surat Utang BTN Alami Kelebihan Permintaan 12,3 Kali
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahala N. Mansury (kanan) bersama Wakil Menteri BUMN, Kartika Wiroatmodjo dan Komisaris Utama Bank BTN Chandra Hamzah saat pembukaan Rapat Kerja Nasional Bank BTN tahun 2020 di Jakarta, Jumat (10/1/2020). ( Foto: Beritasatu Photo/Uthan )
Mashud Toarik / MT Kamis, 16 Januari 2020 | 17:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menggelar penjajakan pasar atau roadshow di Singapura dan Hongkong terkait rencana penerbitan Junior (Tier 2 Capital) Global Bond atau Obligasi Subordinasi.

Dari hasil roadshow bersama tiga Joint Lead Manager (JLM) yang terdiri dari HSBC, Citigroup, dan Standard Chartered di dua negara tadi, BTN melaporkan surat utang yang ditawarkan meraih kelebihan permintaan atau oversubscribed hampir 12,3 kali.

Direktur Utama Bank BTN, Pahala N. Mansury mengatakan, dari target perolehan dana hasil penerbitan global bond sebesar US$ 300 juta, permintaan yang masuk mencapai sekitar US$ 3,6 miliar.

“Investor global sangat tertarik untuk melakukan investasi di Indonesia. Ini terbukti pada saat kami menawarkan Global Bond yang baru pertama kali kita terbitkan memperoleh sambutan yang sangat baik bahkan mencapai 12,3 kali lipat dibandingkan dengan rencana size yang kami terbitkan, ” kata Pahala N. Mansury dalam keterangan persnya, Kamis (16/1/2020).

Pahala menjelaskan, tingginya permintaan dari para investor global disebabkan kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai oleh mereka stabil. Disamping itu ada beberapa faktor lain seperti kondisi makro ekonomi global yang membaik menyusul kesepakatan Amerika Serikat dan Tiongkok mengenai perdagangan kedua negara.

“Faktor lain yang menarik adalah Bank BTN yang fokus pada sektor perumahan, KPR khususnya. Dengan jumlah backlog perumahan yang besar, tentu menjadi pasar yang menarik, di samping laporan keuangan BTN yang terus terjaga. Tujuan dari penerbitan Junior (Tier 2 Capital) Global Bond BTN ini adalah untuk memperkuat modal, mengantisipasi pertumbuhan di masa datang,” ujar Pahala.

Sementara itu Direktur Keuangan Bank BTN, Nixon LP Napitupulu menjelaskan dari hasil pricing yang ditentukan 15 Januari lalu, Junior (Tier 2 Capital) Global Bond dengan tenor 5 tahun memberikan kupon fixed sebesar 4,2%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan indikasi kupon yang diberikan yaitu 285-310 bps over US Treasury tenor 5 tahun yang digunakan sebagai acuan. Final pricing 4,2% hanya 260 bps di atas instrumen acuan.

Adapun peminat Junior (Tier 2 Capital) Global Bond BTN mayoritas berasal dari Asia dan di atas 85% adalah fund manager atau Asset Management sementara sisanya perusahaan asuransi dan perbankan

“Dengan tambahan dana segar dari Junior (Tier 2 Capital) Global Bond dan pinjaman subordinasi dari institusi lainnya , maka rasio kecukupan modal kami akan terus menguat, kurang lebih akan menjadi 17% per Januari 2020 lebih tinggi dari posisi September 2019 yang sebesar 16,88%,” kata Nixon.

Peningkatan rasio kecukupan modal atau Capital Adequate Ratio sesuai dengan target CAR BTN di level 17-19%, akan mendorong penyaluran kredit Bank BTN yang tahun ini ditargetkan kurang lebih 10%.

Nixon juga menuturkan dengan adanya tambahan dana yang berjangka panjang tersebut, BTN dapat mengimplementasikan PSAK 71/IFRS9 yang mensyaratkan BTN meningkatkan pencadangan, menghadapi tantangan likuiditas, memitigasi maturity mismatch dan secara konsisten menjaga pertumbuhan bisnis Bank BTN dengan kontribusi penyaluran kredit properti di atas 65% terhadap realisasi Program Sejuta Rumah.



Sumber: Majalah Investor