Produsen Perhiasan Hartadinata Ekspansi Gerai Gadai dan Toko Emas

Produsen Perhiasan Hartadinata Ekspansi Gerai Gadai dan Toko Emas
Produk perhiasan emas di salah satu Toko ACC. ( Foto: Beritasatu Photo/Istimewa )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 16 Januari 2020 | 17:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Produsen dan emiten penyedia perhiasan emas, PT Hartadinata Abadi Tbk (Hartadinata) pada 2020 melakukan ekspansi pasar dengan menambah toko emas milik sendiri bernama "ACC" dua kali lipat menjadi 100 toko. Selain itu, perseroan menambah gerai gadai emas.

"Saat ini Hartadinata telah memiliki jumlah toko ACC secara nasional sebanyak 50 unit," kata Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, Sandra Sunanto dalam keterangan yang diterima redaksi Kamis (16/1/2020).

Selain menambah toko emas ACC, emiten berkode saham HRTA ini terus memperkuat posisinya di pasar perhiasan emas nasional Indonesia setelah merampungkan delapan outlet gadai emas di Jawa Barat di bawah merek PT Gadai Cahaya Abadi (GCDA) yang sudah berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Delapan gadai emas itu di Sayati, Subang, Pamanukan, Arjawinangun, Parigi, Ciwidey serta unit pertama Topaz. "Ke depan jaringan gadai Hartadinata di Jawa Barat, direncanakan bertambah menjadi 15 outlet," kata Sandra Sunanto.

Sandra Sunanto mengatakan, Hartadinata juga akan menambah gerai gadai emas di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 10 outlet, Nusa Tenggara Barat(NTB) 10 outlet dan Jawa Timur 30 outlet. "Ekspansi itu di bawah dengan merek Gadai Terang Abadi Mulia (GTAM) yang saat ini sedang menunggu proses izin OJK," kata Sandra Sunanto.

Sandra Sunanto mengungkapkan, outlet gadai dirancang berdiri berdampingan dengan outlet perhiasan emas yang sudah eksis, sehingga diharapkan dapat saling menunjang bisnis.

Sandra Sunanto mengatakan, pada 2020 prospek industri emas di Indonesia akan semakin bagus menyusul preferensi investor memegang komoditas safe haven di tengah volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dia juga mengungkapkan, keberadaan Pegadaian diproyeksikan dapat membantu pertumbuhan outlet penjualan karena skema cicilan akan mempermudah pembelian emas. "Selain itu, pelanggan bisa meminjam dana dengan menjaminkan emasnya, baik perhiasan maupun logam mulia,” kata Sandra Sunanto.

Integrasi usaha Hartadinata sebagai manufaktur perhiasan emas yang memiliki usaha gadai, toko sendiri dan jaringan distribusi 33 wholesaler serta 600 toko perhiasan di Indoesia serta kanal penjualan digital e-commerce memperkuat perusahaan di industri emas dan perhiasan emas di Indonesia.

Soal penggunaaan dana Obligasi Berkelanjutan Tahap 1 sebesar Rp 600 miliar yang ditawarkan pada November 2019, Sandra Sunanto mengatakan, realisasinya sesuai rencana yakni untuk membayar sebagian utang pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 142,5 miliar dan untuk modal kerja anak perusahaan dalam bentuk pinjaman ke PT Gadai Cahaya Dana Abadi sebesar Rp 120 miliar. Sementara sisanya, Rp 337,5 miliar untuk pembelian bahan baku.

 



Sumber: BeritaSatu.com