PTPP Gandeng Chalieco Bangun Smelter Senilai US$ 850 Juta

PTPP Gandeng Chalieco Bangun Smelter Senilai US$ 850 Juta
Kiri ke kanan: Direktur Operasi 3 PT PP (Persero) Tbk, Abdul Haris Tatang bersama dengan Direktur Utama PT Borneo Alumina Indonesia, Tatang Hendra, dan Executive Director & President China Alumunium International Engineering Corporation Ltd, Zong Xiaoping, berfoto bersama usai penandatanganan kerja sama pembangunan smelter grade alumina refinery, di KBRI Beijing, Sabtu (11/1/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. PTPP )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 16 Januari 2020 | 18:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT PP (Persero) Tbk (PTPP), menggandeng China Aluminium International Engineering Corporation Ltd (Chalieco), untuk pembangunan proyek smelter grade alumina refinery dengan potensi nilai investasi US$ 850 juta.

PTPP Komitmen Implementasikan Kontruksi Digital

Perseroan telah menandatangani kontrak pembangunan dengan Chalieco, yang berlangsung di KBRI Beijing pada Sabtu (11/1/2020) lalu.

PTPP

Dalam acara signing ceremony tersebut, perseroan diwakili oleh Direktur Operasi 3 PTPP, Abdul Haris Tatang, dan didampingi Kepala Divisi EPC PTPP, Nurlistyo Hadi, untuk menandatangani kontrak kerja sama.

Proyek Pembangunan smelter grade alumina refinery yang berkapasitas 1 Juta TPA, merupakan milik dari PT Borneo Alumina Indonesia, sebuah perusahaan patungan milik PT Inalum dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang berlokasi di Desa Bukit Batu, Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.

Direktur Operasi 3 PTPP, Abdul Haris Tatang, mengatakan, dalam pembangunan proyek smelter ini, perseroan berperan sebagai kontraktor yang juga akan bertanggung jawab dalam penyelesaian proyek. Konsorsium Chalieco dan perseroan optimistis dapat menyelesaikan proyek tersebut selama 31 bulan.

"Dengan keberhasilan perseroan sebagai kontraktor EPC yang telah memiliki berbagai pengalaman dalam mengerjakan proyek-proyek pembangkit listrik, minyak dan gas, serta industri, maka dengan adanya smelter grade alumina refinerary ini perseroan menambah portofolio pekerjaan di bidang pemurnian atau smelter,” ujar Abdul Haris Tatang dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

PTPP dan KAI Bangun Kawasan Hunian Stasiun Juanda

Lebih lanjut, Abdul Haris Tatang mengatakan, proyek pembangunan smelter grade alumina refinery ini berpotensi menelan investasi US$ 850 juta. Pabrik pemurnian ini ditargetkan akan dapat beroperasi pada tahun 2022 dimana nantinya akan memproduksi 1 juta ton alumunium setiap tahunnya.

Proyek tersebut, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi komoditas tambang Indonesia.

"Proyek ini menjadi bukti bahwa BUMN Indonesia berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional dan sejalan dengan semangat perubahan yang sedang digalakkan oleh pemerintah," pungkas Abdul Haris Tatang.



Sumber: BeritaSatu.com