Sentralisasi Data, AirNav Indonesia Terapkan ERP SAP

Sentralisasi Data, AirNav Indonesia Terapkan ERP SAP
AirNav Indonesia menerapkan ERP SAP untuk melakukan sentralisasi data dalam rangka akselerasi dan efisiensi proses pengelolaan data. ( Foto: Beritasatu Photo / Lona Olavia )
Lona Olavia / FER Jumat, 17 Januari 2020 | 20:08 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau yang lebih dikenal AirNav Indonesia menerapkan ERP SAP untuk melakukan sentralisasi data dalam rangka akselerasi dan efisiensi proses pengelolaan data.

2020, Investasi Airnav Rp 2,23 Triliun

Direktur Keuangan AirNav Indonesia, Hendroyono, menjelaskan, ERP SAP merupakan sistem perencanaan sumber daya perusahaan (Enterprise Resource Planning/ERP) yang berbasis digital, atau dikenal juga dengan Systems Applications and Products in Data Processing (SAP).

Menurut Hendroyono, penerapan ERP SAP di seluruh unit kerja layanan navigasi penerbangan seantero Nusantara akan meningkatkan efisiensi proses bisnis perusahaan.

"Kita akan mendapatkan data secara live dan lebih akurat sehingga dapat memberikan kita bahan pertimbangan yang krusial dalam pengambilan keputusan. Selain itu, ERP SAP ini juga sudah terintegrasi dan tersinkronisasi dengan sistem-sistem yang lebih dulu kita bangun sebelumnya, sehingga akselerasi pengambilan data akan lebih cepat, akurat dan efisien,” ungkapnya di Tangerang, Jumat (17/1/2020).

Landasan Ketiga Bandara Soetta Mulai Dioperasikan

Dijelaskannya, ERP SAP yang diterapkan oleh AirNav Indonesia terdiri dari empat modul yakni Finance Accounting & Controlling (FI CO), Materials Management (MM), Human Capital Management (HCM) dan Business Intelligence & Business Objects (BI BO).

Sementara itu, Executive Vice President Enterprise PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Judi Achmadi, memberikan apresiasi kepada tim ERP SAP AirNav Indonesia.

"AirNav menjadi pelengkap ekosistem BUMN industri penerbangan yang menggunakan ERP SAP setelah sebelumnya institusi lainnya juga telah menerapakan terlebih dahulu. Jika ada integrasi sistem maka industri penerbangan ini tinggal jalan," terang Judi Achmadi.

Ia menjelaskan, Telkom juga mendapatkan manfaat dari kerja sama ini. "Kami mempelajari bahwa AirNav posisinya sangat strategis buat kita. Teknologinya berkembang terus, maka kita terus belajar dan dapat terus meningkatkan value Telkom sendiri. Kami juga sangat mengapresiasi jajaran Direksi AirNav Indonesia yang terjun langsung dalam membangun SAP,” pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan