Jokowi: Rencana Perubahan Harga Elpiji Belum Dibahas

Jokowi: Rencana Perubahan Harga Elpiji Belum Dibahas
Ilustrasi tabung gas elpiji 3 kg. ( Foto: Antara / Mohamad Hamzah )
Aichi Halik / AHL Jumat, 17 Januari 2020 | 21:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengubah mekanisme penyaluran subsidi LPG 3 kg yang akan berdampak pada harga elpiji melon.

Menurut Jokowi, Kementerian ESDM belum memberikan laporan terkait rencana perubahan mekanisme tersebut, sehingga perubahan skema penyaluran belum ia putuskan.

"Itu belum sampai ke saya. Itu juga harus lewat rapat terbatas," katanya kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Kementerian ESDM berencana mengubah mekanisme penyaluran subsidi elpiji melon atau LPG 3 kg mulai semester II 2020 ini. Namun, Jokowi mengatakan akan memutuskan hal tersebut setelah melalui pembahasan dalam rapat kabinet terbatas (ratas).

"Nanti kalau sudah sampai di ratas, sudah disampaikan angka-angka, baru saya memutuskan," ujar Jokowi.

Dengan perubahan tersebut nantinya subsidi yang selama ini disalurkan dalam bentuk harga LPG murah akan diubah menjadi langsung diberikan ke masyarakat miskin.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan dengan kebijakan ini, nantinya harga LPG 3 kg akan naik karena disesuaikan dengan harga pasar seperti elpiji 12 kg.

"Elpiji 12 kg, tinggal dibagi 3 atau 4 saja. Nanti kita lihat," ucap Djoko pada Rabu (15/1/2020).

Djoko mengatakan, ada beberapa skema yang saat ini sedang digodok pemerintah untuk mengubah mekanisme penyaluran subsidi LPG 3 kg tersebut. Salah satunya menggunakan kartu atau barcode yang terhubung dengan perbankan.



Sumber: BeritaSatu TV