Wall Street Ditutup Menguat Didukung Data Ekonomi

Wall Street Ditutup Menguat Didukung Data Ekonomi
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Spencer Platt )
/ WBP Sabtu, 18 Januari 2020 | 09:36 WIB

New York, Beritasatu.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street naik ke rekor tertinggi baru pada akhir perdagangan Jumat atau Sabtu pagi WIB (18/1/2020), atau mencatat kenaikan mingguan terkuat sejak Agustus, menyusul data perumahan AS yang lebih baik dari perkiraan dan tanda-tanda ketahanan ekonomi Tiongkok meningkatkan harapan rebound pertumbuhan global.

Sentimen pasar semakin cerah minggu ini, setelah Amerika Serikat dan Tiongkok menandatangani kesepakatan perdagangan Fase 1, menghentikan sengketa tarif 18 bulan yang telah membebani pasar keuangan secara global.

Pada Jumat pagi (17/1/2020), data menunjukkan Tiongkok mengakhiri 2019 dengan catatan yang agak lebih kuat, bahkan ketika pertumbuhan ekonomi mendingin ke level terlemah dalam hampir 30 tahun.

Sementara pembangunan perumahan di Amerika Serikat melonjak ke level tertinggi 13 tahun pada Desember, menunjukkan pemulihan pasar perumahan kembali ke jalurnya di tengah rendahnya suku bunga kredit pemilikan rumah. "Poin data makro dalam negeri maupun di luar negeri relatif positif," kata Michael James, direktur pelaksana perdagangan ekuitas di Wedbush Securities di Los Angeles.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 50,46 poin atau 0,17 persen, menjadi 29.348,10 poin. Indeks S&P 500 bertambah 12,81 poin atau 0,39 persen, menjadi 3.329,62 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir meningkat 31,81 poin atau 0,34 persen, menjadi 9.388,94 poin.

Alphabet Inc, induk perusahaan Google, naik 2,0 persen, memperpanjang keuntungan setelah menjadi perusahaan AS keempat yang melampaui nilai pasar satu triliun dolar AS pada Kamis (16/1).

Teknologi utama termasuk Visa Inc, Apple Inc dan Qualcomm Inc memberikan dukungan di antara dorongan utama bagi S&P 500.



Sumber: Xinhua, Antara