Pengurus Dekopin 2020-2024 Didominasi Kaum Milenial

Pengurus Dekopin 2020-2024  Didominasi Kaum Milenial
Pengurus Dewan Koperasi Indonesia periode 2020 – 2024 usai menggelar Rapat Pimpinan Paripurna pertama di Jakarta, Kamis (16/1/2020). ( Foto: Ismewa )
Siprianus Edi Hardum / EHD Senin, 20 Januari 2020 | 00:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) sekaligus ketua formatur yang terpilih dalam Munas di Makassar, 11-14 November 2019, Nurdin Halid mengumumkan susunan kepengurusan periode 2020 – 2024.

Dari total 135 pengurus, majelis pakar, dan penasehat yang disebut Pimpinan Paripurna Dekopin, terdapat 60% adalah generasi milenial dan 30% adalah wanita.

Nurdin Halid di Jakarta, Minggu (19/1/2020), menjelaskan, dominasi generasi milenial dalam struktur kepengurusan Dekopin yang baru untuk menjawab tuntutan perubahan dan kebutuhan lingkungan strategis nasional dan global.

Organisasi Dekopin, kata Nurdin Halid, harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk menjangkau dan mengikat segenap anggotanya, mulai dari Dekopin Wilayah, Dekopin Daerag, induk, pusat, sekunder, hingga koperasi primer.

“Era digital yang digerakkan oleh revolusi industri 4.0 menuntut Dekopin untuk melalukan perubahan-perubahan cara berpikir, cara berorganisasi, dan cara bekerja secara mendasar. Salah satu strateginya tentu saja menempatkan lebih banyak generasi milenial yang berjiwa dinamis, kreatif, inovatif, dan bekerja efektif,” ujar Nurdin Halid sebelum membacakan susunan pengurus Dekopin periode 2020-2024 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Susunan Pengurus Dekopin periode ini memang lebih berwarna. Ada akademisi, anggota DPR, mantan birokrat eselon satu, pengusaha, polisi dan tentara (purnawirawan) berpangkat perwira, pengusaha kategori startup, politisi senior, wartawan, aktivis, dan pengamat.

Dua nama yang menarik ialah pakar hukum Jimly Asshiddiqie yang diangkat jadi Ketua Penasehat dan Staf Khusus Presiden Joko Widodo Andi Taufan Garuda Putra sebagai konsultan manajemen Program Digitalisasi Koperasi Indonesia.

“Kami mengangkat Prof Jimly bukan hanya dari sisi ketokohan dan kepakarannya di bidang hukum, tetapi beliau memang pemikir dan praktisi koperasi. Dekopin membutuhkan sosok seperti Prof Jimly,” jelas Nurdin.

Selain Jimly, tokoh koperasi lain berlatar akademisi yang duduk di kepengurusan Dekopin 2020-2024 ialah Agustitin Setiabudi, Muhammad Asdar, Suwandi, Subagyo, Enggal Sriwerdiningsih, Nana Sutesna, Asep Mulyana, Agung Sudjatmoko, Lukman, Walid M, Stendy Christianto, dan Abd Malik Bram.

Sosok lain yang menarik perhatian ialah bergabungnya sejumlah anggota DPR RI periode 2019-2024. Mereka antara lain Ferry Juliantono (Partai Gerindra), Rahmad Handoyo dan Adi Sulistiyo (Partai PDIP), Idris Laena (Partai Golkar), Muh. Syarifudin (PAN), Muslim dan Melani Suharli (Demokrat), serta beberapa politisi senior seperti Nachrowi Ramli, Jaffar Hamzah (Partai Demokrat), dan Pahlevi Pangerang (Golkar) yang diangkat sebagai Sekjen Dekopin yang baru.

Dari kalangan praktisi koperasi, Nurdin Halid merangkul beberapa ketua induk koperasi dan ketua Dekopin Wilayah (tingkat propinsi).

Tak kurang dari 15 ketua induk koperasi yang masuk kepengurusan antara lain Ayip Saefuddin (Ketua Gapoktindo dan Ikopang), Agustitin Setiabudi (Ketua Induk Koperasi Pegawai RI), Herman Wutun (Ketua Induk KUD), Moh Sukri (Ketua Induk Koperasi Pondok Pesantren), Mayjen Yusuf Solihin (Ketua Induk Koperasi Nelayan Indonesia), Sarmilah (Ketua Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia), Irjen (Purn) Yudi Susharyanto (Ketua dan Sekretaris Induk Koperasi Polisi), Mayjen TNI (Purn) Rianzi Julidar (Ketua INKOVERI), dan Marsma Hento Budi (Ketua Induk Koperasi Angkatan Udara), M. Gufron (GKBI), Hugo Siswaya (Gapoktindo), Rozak M. Astira (GKSI), Padilah Parakasi (BMT Wanita Islam), Sirajudin Sewang (IKPI), Pendi Yusuf (Ketua Koperasi Pemuda Indonesia).

Staf Khusus Presiden

Rapat Pimpinan Paripurna juga menyetujui gagasan Nurdin Halid untuk mengangkat Staf Khusus Presiden Andi Taufan Garuda Putra sebagai konsultan manajemen program Digitalisasi Koperasi Indonesia.

Andi Taufan, 32 tahun, adalah pendiri sekaligus CEO Amartha Mikro Fintek, yaitu startup di bidang keuangan mikro yang selama ini fokus melayani perempuan tangguh, pengusaha kecil dan mikro di pelosok pedesaan. Memulai dengan modal Rp 10 juta, hingga saat ini tercatat sudah Rp 1,84 triliun dana telah disalurkan kepada 392.497 pengusaha mikro.

“Kita membutuhkan pemikiran dan pengalaman Taufan yang kreatif dan inovatif untuk membuat grand desain dan meletakkan pondasi digitalisasi gerakan koperasi Indonesia. Jika forum Pimpinan Paripurna ini menyetujui, maka saya akan telpon Taufan,” jelas Nurdin tentang Andi Taufan, alumnus ITB dan Harvard University (AS), asal Sulawesi Selatan ini.

Nurdin Halid menjelaskan, kehadiran Andi Taufan nantinya akan membimbing tim milenial Dekopin untuk mewujutkan upaya digitalisasi Gerakan Koperasi Indonesia.

Selain prosentasi generasi milenial yang mencapai 60% dari total pengurus, Nurdin Halid juga membentuk Tim Kreatif dan Percepatan Implementasi Panca Program Dekopin 2020 – 2024. Tim yang dipimpin mantan sekretaris Menteri Tenaga Kerja Abdul Wahab Bangkona tersebut diisi oleh mayoritas generasi milenial yang melek IT.

“Tim kecil ini akan menjadi think tank sekaligus motor penggerak Dekopin lima tahun ke depan. Potensi besar koperasi Indonesia harus bisa dikapitalisasi dengan memanfaatkan teknologi informasi. Cara berpikir dan cara bekerja lama harus ditinggalkan. Dalam hal ini, Andi Taufan akan membantu kita di tengah kesibukannya sebagai Staf Khusus Presiden,” ujar Nurdin Halid.

Nurdin Halid juga menambahkan bahwa Andi Taufan bersama Staf Khusus Milenial Presiden menjadi andalan pemerintah untuk mendesain dan memelopori digitalisasi koperasi dan UMKM, terutama untuk meningkatkan branding dan daya saing produk UMKM.

“Dekopin ingin agar UMKM bisa memperkuat diri dan daya tawar di pasar melalui wadah bersama, yaitu koperasi. Di situ kita berharap peran Andi Taufan,” kata Nurdin.

Seperti diberitakan berbagai media massa, lima Staf Khusus Milenial sudah membahas khusus UMKM dengan Presiden Jokowi pada 3 Desember 2019 di Istana Negara. Sehari setelahnya, mereka langsung berkonsultasi dengan Pak Teten Masduki selaku Menkop dan UKM.

"Kemarin, kami rapat terbatas dengan Presiden fokus membahas membangun ekonomi UMKM di Indonesia. Oleh karena itu, hari ini kami bertemu Menkop untuk mengetahui gambaran besar yang akan dilakukan Kemenkop dan UKM ke depan," kata Taufan. "Sehingga, kita bisa mengakselerasi dan memastikan bisa mendelivered program-program pengembangan UMKM yang ada," imbuh dia.

Taufan memastikan bahwa pihaknya akan melakukan rebranding dan akan benar-benar fokus di segmen UMKM. "Kita akan memetakan usaha-usaha mikro, baik yang ada di pedesaan maupun perkotaan. Begitu juga akan memetakan usaha kecil dan menengah, khususnya yang dijalankan oleh kalangam anak muda,” jelasnya.

Selain itu pihaknya juga akan memetakan usaha menengah yang memiliki produk berkualitas pasar ekspor. Apalagi dalam pertemuan itu, Menteri Teten berkeinginan memperkuat produk ekspor dan meminimalkan produk impor. "Untuk yang produk ekspor, kita memiliki beberapa produk unggulan, seperti udang, tuna, dan kepiting. Itu yang akan kita perkuat," lanjut Andi Taufan.

Taufan mengungkapkan, dirinya bersama Staf Khusus Presiden lainnya akan membantu secara pemikiran untuk hal-hal strategis seperti itu. Di samping itu, Taufan menambahkan, pihaknya juga membahas mekanisme sinergi antar kementerian dan lembaga dalam membangun UMKM di Indonesia.

"Spirit kita adalah spirit kolaborasi dan optimis melihat ke depan. Kita punya UMKM yang menjanjikan dan memiliki value based commodity yang high value. Kita optimis ke depan UMKM akan memiliki kontribusi ekspor lebih besar lagi," pungkas Andi Taufan.

 



Sumber: Suara Pembaruan