Emas Turun Tipis Setelah Kekhawatiran Virus Korona Berkurang

Emas Turun Tipis Setelah Kekhawatiran Virus Korona Berkurang
Ilustrasi emas. (Foto: Antara)
/ WBP Kamis, 23 Januari 2020 | 08:54 WIB

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas turun tipis pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (23/1/2020), karena penguatan dolar dan kekhawatiran virus Korona di Tiongkok berkurang. Ekspektasi kebijakan moneter dovish bank sentral global membatasi pelemahan emas dan mempertahankan harga di atas US$ 1.550.

Harga spot emas turun 0,1 persen menjadi US$ 1.556,67 per ounce pada pukul 1.41 sore waktu setempat (18.41 GMT). Sementara kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup turun 0,1 persen atau US$ 1,2 menjadi US$ 1.556,7

"Investor sebenarnya menjual kelebihan posisi, dan itu menjaga harga tetap terbatas," kata ahli strategi komoditas di TD Securities, Daniel Ghali.

Investor akan mengawasi rapat kebijakan pertama Bank Sentral Eropa (ECB) tahun ini pada Kamis waktu setempat, sementara pertemuan pertama Federal Reserve AS dijadwalkan pada 28-29 Januari. Kedua bank diperkirakan akan dovish.

Indeks dolar telah naik sekitar 1,2 persen sejak awal tahun ini.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi potensi kerugian memegang logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil dan membebani dolar AS.

Adapun tanggapan Tiongkok dan pembaruan cepat virus korona telah meningkatkan optimisme bahwa penyebarannya akan terkendali, sehingga membantu pasar saham dunia pulih.

Sementara di pasar berjangka, perak untuk penyerahan Maret naik dua sen atau 0,11 persen, menjadi US$ 17,828 per ounce. Platinum penyerahan April bertambah US$ 13,8 atau 1,37 persen, menjadi US$ 1.021,3 per ounce.



Sumber: Xinhua, Antara